PEKANBARU, Potretnusantara.id-Romi, Ketua DPD Aliansi Pewarta Pertanian Indonesia (APPI) Provinsi Riau, menilai kegiatan Rehab Plafon dan Beberapa Item Kantor Walikota Pekanbaru dalah pemborosan mengingat usia kantor tersebut baru 3 Tahun setelah perresmian.
“Dengan usia seumur jagung setelah diresmikan, tepatnya pada tahun 2018 lalu,Kantor Walikota Pekanbaru yang berada dijalan Badak, Kecamatan Tenayan Raya, kini kondisinya sudah banyak yang direhab diperkirakan menelan biaya 1 Triliunan rupiah”, kata Romi Ketua DPD APPI Provinsi Riau. Rabu (4/8).
Romi menyampaikan rasa kekesalannya terhadap kinerja Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus, S.T., M.T, atas kebijakan kontroversi terhadap kondisi perekonomian saat ini.
“Pasca pandemi saat ini sungguh sangat memprihatinkan, perekonomian masyarakat menjerit, angka pengangguran meningkat di kota Pekanbaru, sementara kebijakan Walikota banyak yang tidak rasional saat ini,” ungkap Romi.
Dikatakan, persoalan pandemi saat ini sudah memporak-porandakan kehidupan masyarakat, bahkan untuk makan masyarakat sudah kesulitan. Namun berbeda dengan kebijakan orang nomor satu di kota Pekanbaru ini, dimana banyak kebijakannya menurutnya terlalu menyolok.
Romi menerangkan, beberapa item rehab Kantor Walikota Pekanbaru dinilai mendapat perhatian istimewa dari Pemko Pekanbaru dan sangat menyolok meski kantor tersebut baru berusia 3 tahun.

Saat ini yang direhab adalah 2 toilet Basement, rehab Mushola kemudian rehap total satu ruangan dilantai 3 pada bulan Juni yang lalu yang diperkirakan menelan anggaran ratusan juta rupiah.
Kemudian rehab plafon Kantor Walikota yang saat ini sedang berlangsung diperkirakan menelan anggaran ratusan miliar rupiah.
Dikatakan, merujuk dari usia gedung kantor Walikota Pekanbaru yang saat ini masih berusia 3 tahun usai diresmikan, Romi menilai belum wajar Pemko Pekanbaru melakukan kebijakan untuk melakukan rehab gedung.
“Tidak wajar, masih terlampau dini,”ucap Romi tegas.
Romi berharap, Walikota Pekanbaru agar lebih Arif dan bijaksana lagi untuk melakukan program-program kerjanya dengan melihat kondisi masyarakat yang saat ini menjerit kesusahan dengan persoalan hidup.
“Coba kita lihat sebaliknya, dimana ada beberapa gedung lagi untuk persiapan kantor OPD lainnya yang saat ini belum juga selesai pengerjaannya, bahkan lagi kondisi pembangunan gedung Islamic Center yang kini masih terkedala pembangunannya. Seyogianya Walikota fokus menyelesaikan 3 gedung yang masih belum selesai dan 1 gedung Islamic Center yang masih belum jelas penyelesaiannya,”ucap Romi.
Robert Nainggolan










