LABURA, Potretnusantara.id-Viralnya informasi Oprasi Tangkap Tangan (OTT) Polres Labuhuanbatu, Wilkum Polda Sumut terhadap oknum LSM di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) pada Saptu (5/6) sekira pukul 17.00 wib menjadi viral Dan kontroversi di lapisan masyarakat.
Diketahui OTT oknum LSM berdasarkan laporan resmi oknum anggota DPRD Labura (MKT) dengan laporan polisi nomor: LP/B/1066/VI/2021/SPKT/RES LABUHANBATU/POLDA SUMUT tertanggal 5 Juni 2021.
Berdasarkan informasi yang layak dipercaya oknum LSM yang di OTT tersebut berinisial JS dikabarkan sebelumnya telah memiliki kesepakatan dengan oknum anggota DPRD Labura inisial MKT, atas dugaan penggelapan lahan. Diduga kesepakatan itu menjadi simalakama bagi oknum LSM.
Viralnya informasi OTT baik di kalangan masyarakat maupun di media sosial menjadi buah bibir atas kinerja Polres dalam kasus tersebut. Lasron Siagian warga masyarakat Labura berkomentar apa motif OTT.
“Apa motif OTT dugaan pemerasan itu, tidak mungkin seseorang mau memberikan sesuatu tanpa dasar, yang saya ketahui JS bukan preman namun kalangan LSM,” papar Lasron Minggu (6/6).
Dengan demikian kuat terhendus gratifikasi disana, ada apa..? JS pernah bercerita pihaknya tengah menginvestigasi kasus penggelapan lahan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Labura,.
“Kita belum tahu apakah JS dijebak atau bagaimana,”katanya.
Lasron meminta kepada pihak Polres Labura agar penyelidikan OTT pemerasan tersebut dengan independen.
“Apa motif sebenarnya, siapa oknum yang merasa dirugikan dan ada apa? “, kata Lasron sembari meminta pihak Polres Labuhanbatu terbuka dalam kasus OTT pemerasan.
Sementara KBO Satreskrim, IPTU Sutyono maupum Kanit Tipikor Polres Labuhanbatu, IPDA Sofian belum bersedia dikonfirmasi, begitu juga saat di jabri melalui WhatsApp nya masih belum dibalas.
Demikian juga dengan oknum DPRD Labura, MKT saat dikonfirmasi belum bersedia menjawab, dan saat di japri juga belum respon.
ss










