ACEHSINGKIL, PotterNusantara.id – Sebanyak 22 para pengrajin ikuti pelatihan pembuatan berbagai ragam jenis kue atau roti ala Bakery (Produksi Kue) guna meningkatkan pendapatan dan menekan dampak pandemi COVID-19 di Wilayah Kabupaten Aceh Singkil.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Aceh Singkil Faisal diwakili Kabid Perindustrian Syahril, Sabtu (25/9/2021) mengatakan pelatihan pembuatan kue Bakery dikhususkan untuk pengrajin yang umumnya pedagang kecil.
Pelatihan pembuatan kue berjenis basah dan kering, seperti Blackforest, Karamel, Bolu Ulang tahun, Bolu Gulung dan beberapa jenis kue lainnya yang umum dipasarkan di toko kue.
Para peserta sebanyak 22 orang yang terdiri dari pengrajin kue dan pedagang kelas bawah yang didominasi ibu-ibu. Kegiatan digelar selama empat hari sejak Rabu tanggal 22 September hingga 25 September 2021.
Syahril mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan adalah untuk menambah pendapatan pengrajin kue yang pada umumnya di dominasi ibu-ibu rumah tangga selama pandemi COVID-19.
Sumber dana pelaksanaan ini juga berdasarkan dana COVID-19 dari APBK Aceh Singkil yang di plotkan untuk dua kegiatan frozen food yang merupakan makanan siap saji dan tidak mudah basi, yakni pelatihan pembuatan Bakso Ikan dan Kue Ala Bakery masing-masing kegiatan Rp 250 juta, artinya Rp 500 juta.
Dalam kegiatan, itu demi terus menyokong dan mengoptimalkan usaha masing-masing peserta diberikan satu set alat memasak dan pencetak kue Bakery plus honor transportasi selama kegiatan sebesar Rp 750 ribu.
Syahril berharap kepada peserta pelatihan Bakery benar-benar serius memanfaatkan apa-apa saja yang didapat, tingkatkan terus industri rumah tangga (Home industri), menambah lapangan pekerjaan dan semoga memotivasi warga sekitar.
Sementara salah seorang peserta pelatihan Siti Aisyah dikomprimasi mengaku sangat bersyukur selama pelatihan banyak resep dan tata cara pembuatan jenis kue.
“Saya berharap dengan adanya pelatihan dan bantuan sokongan pemerintah ini, bermanfaat dalam penjualan kue yang digeluti sehari-hari,” ujarnya.
Selama pelatihan, ujarnya, diberikan arahan dan bahan adonan dan praktik dilokasi pelatihan sehingga langsung didapat ilmunya.
“Apalagi dibulan Ramadhan permintaan kue dari para pelanggan sangat banyak, sehingga setelah mengikuti pelatihan dari Dinas Perinduatrian ini saya harapkan rasa dan variasi produksi kue lebih optimal lagi,” ujarnya.
Mardin










