ASAHAN, Potretnusantara.id – Rehap berat/sedang ruang kelas SDN010117 Tunggul 45, tepatnya di AFD IV Kebun PTPN VI Pulu Raja, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan membingungkan. Pasalnya, Proyek dengan kontrak senilai Rp 591.700.000 yang dikerjakan pelaksana CV. Alfathan itu di plang proyek (baliho) bersumber dari anggaran dana APBD tahun 2021.
Tetapi papan informasi prasasti yang dipasang di dinding kantor sekolah tersebut tertulis “Ruang Kelas SDN 010117 Tunggul 45 Kecamatan Pulau Rakyat Kab. Asahan ini direhabilitasi menggunakan DAK TA 2021 “.
Pantauan di lapangan, rehabilitasi ruang kelas di SDN 010117 Tunggul 45 itu pengerjaannya terkesan asal jadi dan diduga tanpa pengawasan yang baik dari dinas instansi terkait. Terbukti, tampak pemasangan atap seng tidak rata dan bergelombang diduga akibat tidak duduknya kontruksi kuda-kuda, reok balok dan lainnya sehingga kontruksi atap menjadi amburadul.
Selain itu terdapat juga beberapa daun jendela yang tidak memiliki kunci hanya gerendel yang ada diganjal dengan paku yang menguncinya ditusukkan ke lubang kosen jendela.
Kepsek SDN 010117 Tunggul 45, Sipriadi yang dikonfirmasi wartawan via hand phone, Kamis (11/11/2021) tidak bisa menjelaskan secara pasti apakah rehabilitasi ruang kelas dan ruang kantor sekolah yang dipimpinnya itu menggunakan DAK atau APBD TA 2021.
Namun Supriadi mengakui kalau rehabilitasi 6 ruang kelas dan 1 ruang kantor sekolahnya dikerjakan amburadul, terlihat dari pemasangan atap seng yang tidak rata dan bergelombang. Selain itu dinding ruang kelas satu yang berada paling ujung baru saja dicat sudah terkelupas, serta belum terpasangnya pintu toilet belakang.
“ Kalau pintu toilet belakang memang belum dipasang, katanya tiga hari lagi baru pintu nyampai,“ pungkas Supriadi.
Paimin










