LINGGA, Potretnusantara.id – PT. Indo Inter Intraco membagikan 356 karung Beras ukuran 10 Kilogram, 356 dus supermi, 356 bungkus Minyak goreng ukuran 2 liter dan 356 bungkus gula ukuran 2 Kilogram kepada masyarakat di Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan. Bantuan ini lansung diterima oleh Kades Desa Marok Kecil, Rusdi. Kamis (7/5)
Kades Desa Marok Kecil, Rusdi yang didampingi oleh Ketua BPD Desa Marok Kecil, M. Sani mengatakan terima kasihnya kepada pihak perusahaan yang telah peduli terhadap warganya. Dikatakan, pemberian sembako untuk sekitar 356 Kepala Keluarga sangatlah bermamfaat, apalagi disaat ini masyarakat merasakan dampak wabah virus corona yang saat ini melanda Indonesia dan khususnya Kabupaten Lingga.
“Tentu bantuan ini asangat bermamfaat bagi kita (warga). Kita juga berharap agar penyerahan seluruh warga bisa melakukan penanggulanyan penyebaran virus corona sehingga tidak menyebar di wilayah Kabupaten Lingga khususnya Desa Marok Kecil,”pesan Kades Desa Marok Kecil Rusdi.
Sementara itu, Paku Dewa mewakili PT Indo Intraco mengatakan pemberiaan bantuan berupa Beras ukuran 10 Kilogram, 356 dus supermi, 356 bungkus Minyak goreng ukuran 2 liter dan 356 bungkus gula ukuran 2 Kilogram adalah sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap warga. Dimana situasi maupun kondisi yang saat ini dihadapi warga ditengah wabah virus corona mengakibatkan kesulitan, sehinga pihaknya tergerak untuk memberikan bantuan berupa sembako kepada warga.
“Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban masyarakat yang saat ini juga sedang menjalankan ibadah dibulan Ramadhan,”ujar Paku Dewa kepada wartawan.
Dari data yang dihimpun, PT. Indo Inter Intraco sebelumnya juga telah memberikan bantuan berupa vitamin C, masker dan penyemprotan desinfektan diwilayah tersebut, sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
“Kami terus berkomitmen membantu pemerintah daerah melawan Covid-19. Melalui bantuan sembako serta vitamin c dan masker yang telah didistribusikan, semoga dapat membanntu pencegahan wabah Covid-19,”ujarnya
jamariken tambunan











Discussion about this post