KARIMUN,Potretnusantara.id-Puluhan nelayan kecil di Pulau Moro melakukan aksi protes terhadap kapal nelayan yang meggunakan alat tangkap ikan dengan jaring kurau. Para nelayan kecil tersebut merasa bahwa hasil tangkapnya berkurang sejak aktifitas jaring kurau ada.
Ryan salah satu nelayan mengatakan, masuknya jaring kurau membuat dirinya dan puluhan rekannya menjadi merugi. Dia beralasan jaring kurau tersebut dalam aktifitasnya menangkap ikan mulai dari yang kecil hingga yang besar.
“Kami nelayan kecil disekitaran merasa terganggu oleh sekelompok nelayan yang menggunakan kurau, jangankan ikan-ikan besar cucu cicit ikanpun pasti juga terangkat,”ucap Ryan, Kamis (12/11)
Ryan menambahkan, nelayan maupun warga Moro selama ini banyak yang menggantungkan hidupnya dari memancing, menjala oleh nelayan sekitar. Namun saat ini kehidupan tersebut berubah karena ada aktifitas jaring kurau.
“Kami nelayan pesisir itu mengharapkan banyak dilaut, memang rezeki kami dilaut. Dengan adanya aktivitas jaring pukat ini membuat kami sengsara. Kami menganggap mereka dengan sengaja menghilangkan rezeki kami,”kesalnya.
Sementara itu Camat Moro, Khaidir menjelaskan akibat aksi protes yang dilakukan nelayan maka pihak Dinas Perikanan serta Kelautan Provinsi dan TNI AL melakukan mediasi. Dalam mediasi tersebut dibuat perjanjian mengatur berapa mil yang boleh dilakukan kegiatan jaringan kurau.
“Memang ada protes yang digelar, namun suda ada dibuat perjanjian antar nelayan kecil. Dalam perjanjian tersebut sudah tertulis nelayan yang menggunakan jaring kurau akan diatur berapa jarak milnya, Sehingga tidak menganggu aktivitas nelayan kecil,”jelasnya.
risky











Discussion about this post