PALAS, Potretnusantara.id – Dalam upaya menjaga kondusifitas atas aksi mahasiswa dan masyarakat yang hendak berorasi di Bulan suci Ramadhan sehingga dikhawatirkan menimbulkan gangguan kantibmas, Kapolres undang pihak terkait buka puasa bersama (bupber) di Aula Mapolres Padang Lawas (Palas)
Kapolres AKBP Indra Yanitra Irawan, S.IK, M.Si mengatakan momen buka puasa bersama ini adalah bentuk silaturahmi dengan masyarakat dan mahasiswa, dengan menghadirkan Forkopimda diharapkan aspirasi bisa langsung tersampaikan tanpa mesti berorasi di jalan.
“Ini adalah bentuk perhatian kita terhadap masyarakat serta adik-adik mahasiswa, mereka adalah generasi penerus kita, dengan buka puasa bersama dengan Forkopimda ini tentunya diharapkan silaturahmi dan komunikasi yang baik akan terjalin, sehingga aksi orasi ke jalan di bulan suci ini tidak perlu dilakukan,” tutur Kapolres Indra kepada PotretNusantara.id, Kamis (14/4)
Kapolres menegaskan pihak Kepolisian tidak pernah melarang masyarakat dan mahasiswa untuk orasi ke jalan.
“Kita tidak melarang menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi mungkin selama ini aspirasi adik-adik mahasiswa saat orasi belum ada pejabat yang mau menerima maka kita inisiatif mengundang buka puasa bersama ini,”paparnya
Tambah Kapolres, “Masyarakat dan mahasiswa harus bersatu dan menyatukan pendapat, sehingga apa yang menjadi kendala bisa dicari solusinya tanpa harus turun ke jalan yang di khawatirkan menyebabkan gangguan kamtibmas di masa pandemik ini,” jelas Kapolres Indra.
Usai buka puasa bersama acara dirangkai dengan pernyataan sikap Cipayung plus dengan Ketua DPRD Palas yang terdiri atas 5 tuntutan yaitu ;
- Meminta Presiden untuk mengkaji ulang Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN) karna hal itu akan berdampak pada lingkungan dan ekologi dan kesejahteraan warga.
- Mendesak pemerintah untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan ketahanan pangan lainnya.
- Meminta pemerintah untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.
- Meminta pemerintah untuk menstabilkan harga BBM.
- Menolak kenaikan PPN 11%.
Dilanjutkan dengan penyerahan cendra mata dari Kapolres Indra, dan pengucapan Ikrar Anti kekerasan seksual antara ibu dan anak di Kabupaten Palas.
Dalam momen buka bupber ini tampak hadir empat perwakilan organisasi mahasiswa yang tergabung di Cipayung Plus yaitu PMII, HMI, HIMMAH dan DEMA (Cipayung Plus) didampingi unsur elemen masyarakat sedangkan dari Forkopimda dihadiri Plt Bupati yang diwakilkan Sekda, Kapolres, Ketua DPRD, dan Kajari yang diwakilkan Kasi Intelejen.
Robert Nainggolan.










