BATAM, Potretnusantara.id-Haripinto Tanuwidjaja Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan dalam menampung aspirasi masyarakat dari daerah pemilihannya. Acara yang digelar di Gereja GPI Batu Aji lama, Kota Batam dihadiri oleh Jemaat Gereja Pentakosta Indonesia(GPI) Batu Aji Cente serta Bidang Pemuda dengan topik arah pembangunan berbasis ekonomi maritim.
Dihadapan Pemuda Gereja dan jemaat, Haripinto Tanuwidjaja memaparkan peran penting masyarakat khususnya pemuda untuk memiliki sifat membangun bagi negara untuk konsisten menerapkan GBHN dalam menjaga konsistensi arah pembangunan nasional yang berbasis ekonomi maritim.

Kepulauan Riau merupakan daerah perbatasan yang terdiri dari 65 persen wilayahnya adalah teritori maritim. Bahkan, khusus untuk provinsi Kepulauan Riau, 98 persen adalah perairan. Sehingga arah kebijakan pembangunannya mestinya konsisten pada berbasis sektor-sektor maritime.
Dia mengatakan, tujuan Poros Maritim Dunia adalah menjadikan Indonesia sebagai negara maritime yang besar, kuat, dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritime, pengamanan kepentingan dan keamanan maritime, pemberdayaan seluruh potensi maritim demi kemakmuran bangsa.

Lanjutnya, pemerataan ekonomi Indonesia melalui tol laut, dan melaksanakan diplomasi maritim dalam politik luar negeri Indonesia lima tahun kedepan. Sehingga prisip membangun tersebut sangatlah penting untuk menuju negara Poros Maritim Dunia akan mencakup praktek dan proses pembangunan maritime diberba.
“Poros maritim adalah target utama ekonomi yang digaungkan oleh pemerintah. Nah, peran kita masyarakat khususnya pemuda harus memamfaatkan momentum ini, apalagi Kepri ini didominasi lautan,“kata Haripinto, Rabu (26/2)
Haripinto menuntut konsistensi dari masyarakat untuk terus melakukan pengelolaan potensi-potensi dibidang maritim yang tentunya dapat meningkatkan sektor ekonomi keryakatan.
“Sekarang tinggal konsistensi kita bersama, apakah akan terus mengelola atau malah membiarkan potensi-potensi itu. Selama ini kita itu terlalu orientasi kedaratan dan itupun java sentris, sehingga pembangunan jenuh di jawa, timpang di pelosok perairan nusantara,”paparnya
Pada sesi penutupan acara, mewakili seluruh peserta , pimpinan dan jemaat GPI Batam menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas penyelenggaraan acara penyerapan aspirasi dengan topik arah pembangunan berbasis ekonomi maritim. Hal ini mengingat jemaat GPI Batam yang memang mayoritas bekerja di sektor industri galangan dan migas (Maritim) yang saat ini mengalami penurunan, pengangguran dan eksodus penduduk keluar Batam.
nando











Discussion about this post