KARIMUN, Potretnusantara.id-Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Karimun, H. Abdul Gafar, S.Sos, M.MPub mengharapkan pihak kepolisian Polda Kepri dapat mengungkap dan membuka secara terang-benderang terkait meninggalnya salah satu tokoh masyarakat Bugis Haji Permata oleh pihak oknum petugas Bea dan Cukai beberapa waktu lalu.
Abdul Gafar mangatakan, kematian Haji Pertama merupakan suatu tindakan yang sangat keji mengingat tokoh yang dikenal memiliki jiwa sosial dan dermawan tersebut diterjang tiga peluru tepat di bagian dadanya.
“Kami mengatakan ini tindakan keji, untuk itu kami berharap Polda Kepri dapat mengungkap persoalan ini secara terang benderang dan tidak ditutup-tutupi,”kata Abdul Gafar bersama pengurus KKSS Karimun di Coastal Area, Minggu (17/1).
Dia juga mengatakan tidak akan melakukan gerakan apapun, namun dia berharap seluruh pihak dapat membuka persoalan tersebut hingga memperlihatkan oknum pelaku penembakan.
“Mungkin ada prosedurnya, tapi kami minta oknum yang melakukan penembakan dipublikasikan,”desaknya.
Abdul Gafar kembali menegaskan, bahwa KKSS tetap taat hukum, pihaknya tidak akan melakukan tindakan yang memperkeruh suasana serta tindakan anarkis, meskipun diakui sangat merasa kehilangan tokoh KKSS di Kepri.
“Kami percayakan kepada Kapolda Kepri, untuk menjelaskan kenapa dilakukan tindakan penembakan ini,” harapnya
putri










