Natuna, Potretnusantara.id- KMP Bahtera Nusantara 01 akrab disebut warga Kepri dengan panggilan kapal Roro harus tunda keberangkatannya dari Pelabuhan Penagi- Ranai menuju Pelabuhan Midai karena cuaca buruk.
Berdasarkan prakiraan BMKG pada tanggal 17-18 September 2924, tinggi gelombang mencapai 2-2,5 Meter dengan kondisi angin kencang dari arah selatan barat kecepatan 30-40 knot.
Melalui pengumuman resmi,Kapten KMP Bahtera Nusantara 01,Muksin Sinaga sampaikan,kapal akan ditunda keberangkatannya yang seharusnya pada tanggal 17 September menjadi 19 September akan diberangkatkan pada pukul 07.00 Dari pelabuhan Penagi Ranai menuju Midai, pelabuhan Matak, Kabupaten Kepuluan Anambas dan berakhir di pelabuhan Uban, Bintan, Provinsi Kepri.
Kapal Roro yang sebelum membawa penumpang dari Kalimantan ,Serasan,Subi harus berhenti selama dua hari di Pelabuhan Penagi, Ranai Natuna menunggu cuaca kembali normal.
Hal senada disampaikan,Kepala UPT Penyelenggara Pelabuhan Wilayah IV, Kabupaten Natuna dan Anambas, Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Fadhal, agar calon penumpang mengikuti arahan pihak KMP Bahtera Nusantara 01 tunda keberangkatannya.
” Para calon penumpang untuk selalu berhati hati dan utamakan keselamatan saat berlayar ” ucap Fadhal kepada potretnusantara.id.Rabu (18/9) pukul 07.00 Wib.
Menurut Fadhal, Fenomena kondisi angin dan gelombang yang kuat berdasarkan prakiraan BMKG Natuna merupakan hal yang harus dijadikan atensi bagi para calon penumpang kapal.
” Untuk selalu membawa bekal makanan , obat anti mabuk dan Plastik saat terjadi muntah dikapal serta minyak angin” paparnya.
Lanjut Fadhal, selain kapal penumpang, para nelayan Natuna harus memantau prakiraan cuaca BMKG sebelum berangkat kelaut.
” Para nelayan sebaiknya pantau prakiraan BMKG Natuna,jika kondisi gelombang tinggi, baiknya ditunda ke laut hingga normal” Ujarnya.
Sementara itu, tidak hanya berdampak di laut akibat angin kencang juga berimbas di daratan, banyaknya pohon tumbang menimpa kabel listrik sehingga terjadi pemadaman listrik.
Tidak hanya itu, beberapa atap rumah dan sekolah juga banyak berlepasan akibat tekanan angin yang kencang.
kalit










