Aceh Singkil, Potretnusantara.id – LPG 3 kilogram (gas melon) dilaporkan mulai langka di kabupaten Aceh Singkil udah empat hari terakhir pasca banjir melanda sebagian besar wilayah Aceh.
Kelangkaan LPG membuat warga kesulitan mendapatkan kebutuhan energi utama untuk memasak Sehari hari. Selama empat hari terakhir, kios-kios eceran di wilayah tersebut tidak lagi menerima kiriman gas melon, warga yang bergantung pada LPG subsidi mulai kewalahan.
Warga Desa Tran Suka Damai, Dedek Uci (32), kepada Potret Nusantara mengaku sudah berulang kali mencari gas di berbagai tempat namun tidak membuahkan hasil. Ia menyampaikan pangkalan di daerahnya sudah lama tidak menerima pasokan.
“Sudah empat hari ini gas tidak masuk ke pangkalan yang berada di Kecamatan Desa Suka Damai, Saya telah mencari ke mana-mana, namun gas LPG 3 kg tetap kosong, apalagi di tempat penjual eceran,” ujarnya, Sabtu (06/12/2025).
Dampak langsung dari kelangkaan tersebut memaksa warga kembali menggunakan metode tradisional untuk memasak. Amina warga lainnya, mengatakan kekosongan stok sudah berlangsung sejak banjir melanda.
Menurutnya, warga tidak punya pilihan selain kembali menggunakan kayu bakar atau kompor lama berbahan bakar minyak tanah dan solar.
“Saat ini kami terpaksa harus memasak menggunakan kayu bakar dan kompor hock yang lama dengan menggunakan minyak tanah atau minyak solar,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas agar pasokan kembali normal.
Mardin
Editor : Din










