Natuna, Potretnusantara.Id – Indikasi Aroma fiktif terendus di Desa Batu Berian, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.
Tahun 2022 lalu, Desa tersebut mengeluarkan anggaran dari Dana Desa mencapai RP 53 juta untuk peningkatan ketahanan pangan. Kebun Desa Wisma PKK di Desa Batu Berian merupakan lokasi untuk penanaman bibit tersebut, namun mulai dari tahun 2022 lalu hingga kini program ketahanan pangan tersebut tidak pernah terealisasi.
Haironi, Anggota BPD Desa Batu Berian terkejut adanya anggaran dari dana desa yang mencapai Rp 53 juta untuk Kebun Dasa Wisma. Katanya, hasil realisasi giat ketahanan pangan di Dasa wisma PKK tidak pernah melihat bibit tertanam, namun di laporan Pertanggung jawaban Desa tahun 2022 ada.
Saat laporan pertanggung jawaban Desa tahun 2022 lalu, Haironi juga pernah mempertanyakan kepada Meriadi sebagai Kades Batu Berian, dalam laporan tersebut, tertulis Rp 53 juta untuk giat tersebut tetapi tidak ada yang di tanam.
“Pada saat laporan APBDES 2022, Saya sudah keberatan dengan kegiatan tersebut, namun Kades tidak menghiraukannya,” ucap Haironi kepada Potretnusantara.id, Selasa (11/04/2023).
Ia juga menyesalkan sikap Meriadi sebagai Kades Batu Berian yang menurutnya Kades sesuka hati dalam mengelola keuangan Desa, serta melakukan beberapa kegiatan tanpa ada tahap sosialisasi kepada BPD langsung saja dijalankan.
“Pemerintah Desa tidak pernah mensosialisasikan bersama BPD,
dari situ BPD tidak pernah tahu apakah setiap pengadaan di Desa apakah ada suplayernya atau tidak ? karena tidak pernah adanya pelelangan,” ungkap Haironi.
Diterangkan Haironi, sebagai ketua bidang pembangunan dan pemerdayaan, giat tersebut sudah fiktif, karena tidak pernah ada ditanam bibit, seperti bibit sawi, kacang panjang, cabe rawit dan lainnya.
“Saya heran juga, sampai sekarang tidak ada bibit tersebut, paling yang ada sekarang tanaman Lade,” sebut Haironi.
“Kemarin ada saya lihat dirumah Kades bibit, seharusnya ada di lokasi kebun atau kantor Desa bibit tersebut, bukan di rumahnya,” tambahnya.
Terkait hal ini, Haironi menyampaikan selaku BPD sangat kecewa dengan kinerja pemerintah Desa.
“Salah satunya yang diajukan desa tentang ketahanan pangan perkebunan Dasa wisma yang dikucurkan sebesar 53 juta sampai saat ini belum terealisasi dan tidak nampak perkembangannya”. ketusnya kesal.
Akan hal ini, Ia juga telah menyampaikan Permasalahan kepada Dinas DPMD Kabupaten Natuna. (kalit).
Editor : RD










