ACEHUTARA, Potretnusantara.id – Masyarakat menilai, peningkatan struktur jalan Cot Matahe Baro Kuta Batee yang di bangun oleh PT K dengan anggaran Rp7.420.000.000,’ yang bersumber dari APBD 2021 terkesan “asal jadi”.
Pasalnya jalan yang di bangun untuk menghubungkan jalan Cot Matahe Baro Kuta Batee Kecamatan Syamtalira Bayu yang baru rampung sekitar 5 bulan lalu sudah terlihat retakan dan jalan yang mulai amblas.
Selain itu, beredarnya informasi bahan menggunakan pasir kotor bercampur batu (sertu) untuk pengocoran bagian beton untuk sisi jalan tersebut, seharusnya menggunakan pasir bersih dan batu bersih sesuai dengan standar bangunan agar bangunan lebih kokoh dan kuat.
Hal ini disampaikan salah satu tokoh masyarakat yang tak ingin disebutkan namanya saat ditinjau dilapangan guna kepastian informasi, Kamis (25/11).
“Kualitas jalan sangat buruk dan harusnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan di panggil oleh inspektorat lalu di minta pertanggung jawaban kepada mereka itu”,ungkap tokoh tersebut kecewa.
Ini jadi PR besar untuk Bupati agar dapat menunjuk instansi Bina Marga yang betul-betul memahami masalah infrastruktur.
“Sehingga nanti tidak asal tunjuk atau asal memenangkan tender pada rekanan yang kurang kompeten dalam pembangunan infrastruktur,”tukasnya.
Ia juga meminta PUPR agar meminta pertanggung jawaban pada rekanan setiap proyek yang dikerjakan tidak sesuai spek atau bestek yang di standarkan.
Dia berharap agar Dinas terkait meninjau kembali jalan yang sudah rusak dan terkesan asal jadi tersebut, bila tidak ada tindakan tegas dari dinas terkait terhadap rekanan yang kurang kompeten tersebut warga khawatir kedepan pengerjaan proyek pemerintah yang menggunakan anggaran APBD tersebut akan semakin amburadul dan di anggap lumrah oleh para rekanan atau kontraktor.
“Bila ini terus di diamkan oleh Bina Marga, dan Inspektorat Cuma berpangku tangan, yang akan di rugikan sudah pasti masyarakat banyak Sebagai pengguna jalan.”tutupnya
Terpisah, Kabid Jalan Dinas PU Aceh Utara, Muhammad, saat diminta penjelasannya mengaku juga tidak tahu menahu soal proyek jalan tersebut. Saat ditanya via aplikasi chat WhatsApp, apakah mengenal rekanan proyek itu, dia menjawab tidak.
“informasi besok diperbaiki,”balasnya singkat.
Sedangkan pihak PT K 2 dan kadis PUPR Kabupaten Aceh Utara hingga berita ini dimuat belum ada tanggapanya.
ahmad










