SINGKIL, Potretnusantara.id – Nelayan dipersisir pantai Desa pulo Sarok mengharapkan Pemerintah memikirkan serius pengerukan kuala yang sudah sekian lama masih terlihat dangkal, hal ini membuat nelayan sulit melakukan aktivitas. Selasa 26/10/2021
Menurut Panglima laut, Basri mengatakan kuala Desa pulo Sarok bukan hanya digunakan para nelayan pantai pulo sarok saja, akan tetapi juga dipergunakan tiga Kecamatan yang sering melintasi dikuala tersebut,
“Salah satunya yang sering melintasi kuala baru, pulo bayak, dan pulo banyak barat yang secara rutin yang sering menggunakan akses kuala tersebut,”ucapnya
Lanjut Basri, kondisi itu sudah menjadi keluhan para Nelayan sejak dua tahun terakhir hinga kini kedangkalan kuala semakin parah sehingga berakibat fatal terhadap perekonomian Nelayan setempat.
Ditengah merebaknya Virus Covid 19 di Indonesia saat ini masyarakat pesisir pantai prihatin akan pertumbuhan ekonomi yang semakin hari semakin lamban, akibat dari dampaknya Virus Corona.
Dimana Kuala Dangkal Menjadi beban yang melintang bagi para masyarakat pesisir (nelayan) terutama para nelayan pantai muara desa pulo sarok yang menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan mereka.
Masyarakat Nelayan Kecil tidak dapat memanfaatkan Kuala sebagai salah satu sarana lintas laut, sebagai akses utama guna mereka untuk mencari nafkah bagi sebagian warga masyarakat ditempat tersebut.
Kendala para Nelayan kecil ini dari tahun ke tahun tidak pernah mengalami adanya perubahan ke arah yang lebih maju, satu diantaranya adalah kuala yang dangkal menambah lengkap sudah penderitaan mereka.
Salah seorang Nelayan Heri mengatakan kepada potretnusantara.id yang disayangkan adalah kandasnya boat nelayan dikuala, hal ini sangat mengancam dengan dermaga CPO begitu berdekatan sekali dengan alur kuala keluar masuknya boat nelayan.
“Kapal penangkap ikan besar kecil baru bisa masuk ke dermaga pada saat pasang besar, jika terlambat keluar lagi, maka tidak bisa balik melaut, atau menunggu pasang besar lagi,” ungkap Wirman
Bahkan menurutnya sering dan terjadi insiden dengan dermaga karena sangat berdekatan sekali dengan dermaga yang dimaksud
“Kuala (muara laut) Desa pulo Sarok merupakan sebagai saluran pengaliran air sungai ke laut, yang sangat dikawatirkan apabila terjadi banjir maka akan menggenangi beberapa desa di lihat dari segi kebencanaan,” katanya.
Lanjut wirman juga berharap kepada Pemerintah baik dari Kabupaten maupun provinsi, kiranya dapat memberikan solusi, kepada nelayan kecil disini, yang selalu mengharap rejeki dari hasil tangkapan dilaut sebutnya tutupnya.
Mardin










