KARIMUN, Potretnusantara.id- Ketua Pemuda Arifin mengatakan bahwa sangat rindu dengan suasana lampu colok yang mana sudah dua tahun belakangan ini lampu colok sudah di tiadakan karena pandemi.
“Kita sanggat rindu dengan suasana lampu colok, yang mana kita merasa parit benut masih berada di desa, tradisi seperti ini tidak boleh kita hilang kan,”ucap Arifin
Tambahnya, kegiatan ini dilaksanakan oleh pemuda Parit Benut 2 dengan berbagai persiapan Sebelumnya sudah dilaksanakan.
“Kita melaksanakan ini dengan modal sendiri, pelita yang kami buat dari kaleng, dan minyak mengunakan minyak solar,”jelasnya.
Dalam hal ini, Arifin juga berharap agar masyarakat tidak lupa akan tradisi di Kabupaten Karimun, yang mana lampu colok merupakan salah satu tradisi di bulan suci Ramadhan ini.
“Kita juga berharap agar selalu di lestarikan lampu colok ini, jangan sampai anak muda sekarang tidak mengetahui apa itu lampu colok,”paparnya.
Tambahnya kita tetap mengawasi agar tidak ada keramaian ketika lampu colok dihidupkan, dan lampu akan hidup sampai pukul 10 malam.
Selain itu pantauan Media Potretnusantara.id lampu colok yang dipasang di pinggir jalan Parit Benut 2 yang terbuat dari bambu dan kawat, lampu colok yang kurang lebih berjumlah 1000 pelita.
Putri










