Singkil, Potretnusantara.id – Persatuan Becak Kecamatan Singkil ( PBKS)
melakukan demo di gerbang pelabuhan Ferry ASDP di Pulo Sarok yang meminta para sopir travel agar tidak menaikkan penumpang di areal pelabuhan, dan meminta supir untuk menunggu di loket. ( 27/05/2022)
Endang salah seorang penarik becak yang sehari hari biasa mangkal di pelabuhan mengatakan seharusnya para supir menaati peraturan yang telah disepakati bersama yang telah dikeluarkan oleh Dishub Aceh Singkil yang memerintahkan agar supir mau berbagi rejeki kepada abang becak.
“Para supir travel yang akan menaikkan penumpang di pelabuhan ketika kapal yang baru datang dari sinabang ingin bersandar, menurut dari kesepakatan yang lalu, itu harus menunggu di loket saja, biar abang becak nya yang antar ke loket, cukup hanya agen travel saja yang jemput penumpang dari kapal,” katanya.
Endang menambahkan jika ada kapal lainnya dari Nias atau Pulau banyak yang akan bersandar, tetap para supir atau pemimpin lik travel sebaiknya tunggu saja di loket.
Pada kenyataannya Kota singkil, sudah memiliki terminal yang terletak di dusun kurnia pulo sarok yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan, namun gagal di fungsikan sebagai terminal, lantaran bangunan nya bertipe C, hal ini sebenarnya sudah lama ada pengusulan dari Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali yang telah mengusulkan agar bangunan terminal di buat menjadi tipe B, namun belum juga dapat terealisasikan hingga tahun 2022. karna hal seperti ini pernah juga terjadi pada tahun 2020 lalu.
Namun sekarang terminal di kota singkil tidak berfungsi sebagaimana mestinya, untuk menghindari hal mubazir, Pemda Aceh Singkil sudah mengalih fungsikan terminal tipe C singkil menjadi kantor Dinas pertanahan .
“Harapan para abang tukang becak di Kota Singkil masih menantikan, agar terminal dapat berfungsi secara maksimal agar semua mobil travel dapat berkumpul di terminal dan membuat sistem transportasi darat di Singkil menjadi seimbang dan teratur,”harapnya.
Mardin










