Asahan, Potretnusantara.id – Truck milik PT. BMIS Air Teluk Hessa Diduga bebas mengisi BBM Solar bersubsidi di SPBU PT. Prima Putra Agung.
Ketika dikonfirmasi awak Media ini kepada Agus selaku perwakilan pimpinan Pabrik Pengolahan Aspal PT. BMIS Air Teluk Hessa, Dirinya mengaku telah melakukan kerjasama dengan pertamina dan mobil truk nya dapat barcode dari situ.
“Yang kedua kita sudah menghimbau supir agar tidak mengisi BBM solar di luar karena kita sudah punya siteng (tempat penyimpanan) BBM solar produksi di SPBU PT. Prima Putra Agung,” jelasnya Rabu (15/5/2024).
Untuk diketahui, BBM solar bersubsidi yang digunakan untuk melakukan kegiatan pengangkutan industri pertambangan termasuk industri pengolahan aspal tidak dibenarkan menurut peraturan perundang-undangan tentang Migas.
Sementara itu, Supervisor SPBU 14.212.279 PT. Prima Putra Agung Desa Air Teluk Hessa Marhaji terpisah dikonfirmasi wartawan di kantornya, Jum’at (17/5/2024) membantah adanya kerjasama SPBU Air Teluk Hessa dengan PT. BMIS untuk pengisian BBM solar bersubsidi maupun menerbitkan barcode untuk mobil truk milik pabrik aspal tersebut.
“Tidak pernah SPBU kami bekerja sama dengan truck pengangkutan pabrik aspal PT. BMIS, apalagi menerbitkan barcode untuk truck pabrik pengolahan aspal itu,” tegas Mahaji.
Dikatakan Mahaji, pihaknya tidak mungkin berani melakukan kerja sama pengisian BBM solar bersubsidi untuk mobil truck besar, apalagi truck tersebut merupakan angkutan milik perusahaan industri pertambangan.
“Memang pernah saya didatangi perwakilan pabrik aspal PT. BMIS bermarga Sianipar yang mau minta bantu buatkan barcode pengisian BBM solar untuk truck kecil Toyota Dyna milik PT. BMIS. Tapi tidak bisa kami bantu karena identitas kendaraan dan NIK yang disodorkan sudah pernah digunakan untuk membuat barcode yang sama,” jelas Mahaji kepada media ini.
Mahaji juga menegaskan kembali, bahwa pernyataan Agus selaku perwakilan pabrik aspal PT. BMIS Air Teluk Hessa yang menyebutkan adanya kerja sama pengisian BBM solar bersubsidi untuk truck pengangkutan mereka itu sama sekali tidak benar. (Paimin).
Editor : RD










