TULANGBAWANG, Potretnusantara.id-Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan dari kementerian pendidikan dan kebudayaan pusat seogianya dipergunakan untuk membantu pembiayaan dalam kegiatan belajar mengajar.
Namun saat ini masih ada ditemukan sekolah yang tidak transparan terkait pengelolaan dan penggunaannya salah satunya adalah SMPN Satap 2 Gedung Meneng yang diduga realisasinya tidak sesuai dengan fakta dilapangan.
Terkait persoalan tersebut kepala sekolah SMPN Satap2, Meilani Spd ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler mengatakan bahwa mengenai kegiatan belajar mengajar tatap muka selama masa pandemi proses belajara tatap muka tidak ada.
Disinggung terkait penggunaan anggara kegiatan ekstrakurikuler (Ekskul) dimana diketahui dalam laporannya ada menggunakan dana walaupun diakui bahwa kegiatan extrakurikuler tidak ada selama pandemik.
“Anggaran kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler itu pak, untuk pembelian alat praga pembelajaran,” terangnya usai melakukan komunikasi dengan seseorang.
Meilani juga menyampaikan kalau mereka sudah diperiksa oleh pihak dinas pendidikan dan Inspektorat Tulang Bawang.
“Memang kami belum membenahi laporan dapodik kami, tapi kami sudah pernah dipanggil pihak dinas pendidikan dan kami sudah diperiksa oleh inspektorat,”tuturnya. Selasa (4/5).
Masyarakat sangat menyayangkan hal tersebut, dikatakan semestinya pihak sekolah lebih transparan terhadap penggunaan dana BOS tersebut sehingga tidak terjadi pemikiran yang simpang siur dimasyarakat.
“Janggal kelihatannya, dimana kegiatan ekstrakurikuler tidak berjalan namun ada anggaran yang berjalan. Kalau itu benar adanya semestinya harus dilakukan audit,”kata salah satu warga yang enggan namanya disebutkan.
SSD










