MEDAN, Potretnusantara.id – Rekaman video yang memperlihatkan dugaan penyuntikan vaksin kosong terhadap seorang siswa SD di Medan, Sumatera Utara, viral di Media Sosial. Menyikapi hal itu, Personil Polisi turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan kasus tersebut berdasarkan laporan yang didapat, kejadian itu terjadi pada Senin, (17/1/2022) lalu di SD Wahidin Medan
Masalah suntik vaksin masih terus proses pendalaman dilakukan pihak Polda Sumut menarik kasus penyuntikkan vaksin kosong yang diberikan Nakes RS Delima kepada Murid SD Swasta Wahidin tersebut dari Polres Pelabuhan Belawan untuk mempermudah proses penyelidikan lanjut bagi terkait kasus Vaksin kosong yang terjadi
Kabid Humas Poldasu, Kombes Hadi Wahyudi, menuturkan untuk mempermudah penyelidikan kasus vaksinasi kosong itu ditindaklanjuti Dit Reskrimum Poldasu
“Saat ini penyidikan ditangani Poldasu, Sebanyak 13 saksi sudah diperiksa di antaranya dua anak diduga korban vaksinasi kosong dan orang tuanya,” ungkapnya, Selasa (25/1/2022).
Hadi mengungkapkan, kasus itu awalnya ditangani Polres Belawan. Namun untuk lebih mempercepat dan mendalami serta memudahkan koordinasi penyidikan, maka kasus itu diambil alih Poldasu.
Juru bicara Poldasu itu menjelaskan, pendalaman dilakukan termasuk mengaudit jumlah vaksin yang digunakan, pencapain vaksinasi (target) dan lainnya dengan melibatkan Bidang Kedokteran dan kesehatan Polda Sumut, Dinas Kesehatan Sumut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan saksi ahli.
“Guna Penyidik hingga saat ini masih mendalami motif terjadinya penyuntikan vaksin kosong yang diduga dilakukan nakes, menganalisa video dan menggali informasi dan fakta-fakta lapangan, kita tidak terburu-buru menetapkan tersangka,” pungkas Hadi.
Nurlince Hutabarat










