KARIMUN, Potretnusantara.id-Sekitar 42 anak disabilitas dari anak Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Karimun akan memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 pada hari Sabtu 17 Agustus 2024 mendatang.
Pagelaran ini nantinya akan dipertunjukkan dihadapan ribuan masyarakat Kabupaten Karimun di Coastal Area Putri Kemuning tepat pada 17 Agustus 2024.
“Ini kita perdana ikut serta di hari kemerdekaan,”kata Jarudin Sinaga koordinator sekaligus pelatih. Kamis (15/8) disela latihan.
Sinaga menjelaskan, dalam pagelaran nanti anak-anak disabilitas akan membawakan empat lagu diantaranya Padamu negeri, Berkibarlah bendera negriku, Kulihat ibu pertiwi dan Tanah airku.
“Kalau acara HUT Kabupaten Karimun kita sudah pernah tampil, dan sangat membanggakan,”katanya mengenang.
Dia mengatakan kebanggaannya atas adanya ruang yang sama diberikan kepada anak-anak disabilitas untuk berkontribusi memeriahkan HUT RI ke 79.
“Jujur kami sampaikan, ketika anak-anak ini tahu ada peranannya diperyaan HUT RI, mereka sangat senang dan bergembira,”katanya.
Dia berharap kedepan jika ada kegiatan-kegiatan pemerintahan tetap melibatkan anak-anak disabilitas khususnya untuk pagelaran pariwisata.
“Untuk masyarakat Kabupaten Karimun mari kita nanti menyaksikan persembahan anak-anak ini di Coastal Area tepatnya pada acara 17 Agustus hari Sabtu,”ajaknya.
Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SLB Negeri Karimun Eni Rozita S.Pd menyatakan kebanggaannya atas ruang dan kesempatan yang diberikan pemerintah kepada anak didiknya untuk mempersembahkan kreatifitas yang dimilki oleh nak-anak disabilitas tersebut.
“Kami sangat bangga dan sangat terharu, anak-anak ini meski memiliki kekurangan tetapi mereka memiliki talenta yang luar biasa,”katanya memuji anak didiknya disela latihan.
Dia menjelaskan, talenta yang dimiliki oleh anak-anak tersebut sudah tampil diberbagai kegiatan selama ini.
“Kita keluar daerah Karimun sudah pernah, dan Alhamdulillah penampilannya luar biasa, makanya mari nanti kita saksikan bersama-sama,”ajaknya.
Pantauan dilapangan, para anak-anak disabilitas begitu semangat mengikuti proses latihan, guru-guru dalam melakukan bimbingan juga terlihat sangat begitu sabar dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak tersebut.
ery









