SINGKIL, Potretnusantara.id – Penuh rasa haru bahkan beberapa diantara yang hadir berlinang air mata, Pada pergelaran acara perdamaian Kecelakaan Lalu Lintas (LAKALANTAS), Yang dimediasi Pemerintahan Desa Suka Damai.
Pelaksanaan dilakukan dengan ritual adat istiadat, Bertempat di kediaman si korban Jl Tran Nelayan Desa Suka Damai Kemukiman Pemuka Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil,
Dipimpin Kepala Kampung Suka Damai, Hadir pada acara tersebut Camat Singkil, Sopyan, SH. Camat Pulau Banyak Barat, Mawardi S. Pd. Kepala Kampung Sinjo-anjo Meriah, H.Muslim Munte. mantan anggota DPRK Aceh Singkil, priode 2015 – 2017 Tamiruddin Lingga dan undangan lainya.
Kata sambutan dan arahan disampaikan Sopyan, SH selaku pemilik wilayah Kecamatan.
Ribuan terimakasih Kepada Pemerintahan Desa Suka Damai, yang telah mengambil langkah perdamaian Laka Lantas, yang terjadi pada Jumaat 11 maret beberapa pekan lalu.
Antara Kijang Avanza BL 253 R, yang dikendarai Abdul Hanan L, warga Desa Sinjo-anjo Meriah Kecamatan Gunung Meriah,
Dengan Sepeda Motor Jupiter MX BK 2805 ABI, yang dikendarai oleh Suyetno warga Desa Suka Damai Kecamatan Singkil.
Maka dalam kesempatan ini saya selaku Camat Singkil, mengapresiasi langkah tersebut.
Begitu juga dengan saudara yang berdamai pada pagi menjelang siang ini.
Saya ucapkan ribuan Terima kasih setinggi tingginya atas keterbukaan hati saudara untuk melakukan perdamaian.
“Karena tidak ada yang lebih baik dimasyarakat melainkan perdamaian,”ucap sopyan.
Dengan terlaksananya perdamaian ini, Agar kita semua dapat menyadari bahwa musibah kapan saja bisa bisa datang, dimana saja bisa terjadi dan kepada siapa saja.
Maka kami berharap tidak ada lagi masalah dikemudian hari.
“Baik itu masalah hukum, maupun masalah adat – istiadat karena keduanya telah berdamai, ” tutupnya.
Abdul Hanan, menyampaikan ucapan minta maafnya kepada Yetno (Korban) dan keluarga, karena telah membuka hati dan dapat memaafkannya. Atas kejadian laka yang tanpa disadarinya, terjadi laka.
Ini merupakan kesalahan saya dan ini adalah tanggung jawab saya, “tutur Hanan.
Saya bertanggung jawab atas kejadian ini, baik itu pengobatan saudara Yetno, perbaikan kendaraannya dan lain lain menyangkut Laka Lantas yang kami alami.
Maka dalam hal ini, saya pribadi dan keluarga besar kami meminta maaf kepada anak kami Suyetno dan keluarga besarnya.
Dikatakan Hanan, sejak hari ini, sampai seterusnya kita adalah merupakan keluarga besar, saya berpesan kepada Yetno, jika bertemu di jalan ataupun dimana saja.
“Tegur saya, tanyakan saya. Saya mengambil Hikmah dari kejadian ini untuk menjadikan lebih baik lagi,”tutup Hanan.
Terpisah, Kasat Lantas melalui Kanit Laka Zulhelmi, saat diinfokan perangkat Desa terkait telah terjadinya perdamaian antar Suyetno dengan Abdul Hanan Camat Gunung Meriah, ia tidak melarang adanya perdamaian kekeluargaan.
Pada dasarnya kami Kepolisian tidak melarang masyarakat untuk melakukan Perdamaian secara adat dan kekeluargaan di Desa.
Silahkan saja, namun harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan dan Dokumentasinya.
Ini kita lakukan untuk antisipasi, Agar dikemudian hari kedua belah pihak tidak lagi saling tuntut menuntut, ” Ucap Kanit melalui nomor Telpon Seluler. Kamis, (31/03).
Nanti akan kita hadirkan semua para pihak yang berdamai, untuk kita ambil keteranganya dan digelar perkaranya, Sehingga bisa diterbitkan Surat Penetapan Penghentian Penyidikan (SP3).
Mardin










