KARIMUN, Potretnusantara.id-Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama Apindo Kabupaten Karimun menyerahkan 2.000 paket sembako secara simbolis kepada empat Kecamatan di Pulau Karimun besar, penyerahan ini disaksikan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq yang didampingi oleh OPD dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Karimun,di Gedung Nasional, Kecamatan Karimun, Senin (6/2).
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Eddy Viryadharma menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan saat ini adalah merupakan wujud kepedulian para pengusaha dan PSMTI untuk mendukung pemerintah Daerah dalam melakukan penanggulangan penyebaran virus corona di Kabupaten Karimun.
Eddy menuturkan, batuan sembako saat ini terdiri dari beras 8 kilo gram, minyak goreng satu kilo gram dan mie instan satu dus. Untuk pola pembagiaannya, Apindo dan PSMTI mempercayakannya kepada Pemerintah Daerah dengan menyarankan mengutamakan pasien covid-19.
Dia mengatakan, PSMTI bersama Apindo sebelumnya telah memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis, memberikan bantuan disinfektan yang telah disemprotkan pada fasum maupun di pemukiman warga, memberikan bantuan perlengkapan pada ruangan penampungan bagi pasien ODP, memberikan bantuan tanki air untuk cuci tangan.

“Kita mendukung pemerintah daerah dalam penanggulangan covid-19 ini. Untuk itu, kami dari Apindo dan PSMTI atas inisiatif sendiri dan juga atas dukungan warga dan pengusaha menyumbangkan 2.000 paket sembako,”kata Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Eddy Viryadharma dalam sambutannya.
Mungkin hal ini tidak juga mencukupi tambahnya, namun diyakini apa yang telah mereka usahakan adalah suatu upaya untuk meringankan beban kepada warga Kabupaten Karimun, khsusnya kepada masyarakat Karimun yang terdampak dalam pandemi covid-19. Dikatakan, penyerahan yang dilakukan melalui pemerintah daerah adalah agar nantinya penyalurannya lebih baik, dimana dikatakan Pemda Karimun lebih memiliki data yang tepat untuk penerima bantuan.

“Untuk itu, kami juga doakan semoga persoalan covid-19 ini bisa kita bersama-sama untuk melakukan pencegahan. Dimana tentang persoalan ini kami juga merasa memiliki tugas untuk membantu pemerintah daerah untuk menyiapkan seperti yang kita buat selama ini. Semoga kita mendapat dukungan lebih banyak lagi sehingga kita dapat membantu masyarakat yang lebih luas,”harapnya
Sementara itu, atas nama masyarakat Bupati Karimun H Aunur Rafiq menyampaikan terima kasihnya kepada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Apindo Kabupaten Karimun yang telah banyak membantu Pemerintah Daerah dalam penanggulangan pencegahan penyebaran virus corona di Kabupaten Karimun.

Rafiq menjelaskan, bantuan sembako ini nantinya akan diprioritaskan kepada pasien ODP, PDP. Kemudian selanjutnya kepada warga yang berada pada ring merah dan dilanjutkan kepada yang lainnya seperti keluarga miskin, petani, nelayan, sopir, ojek dan yang lainnya.
“saat ini kami sedang menyusun nama-nama penerima bantuan, apakah itu penerima mamfaat, keluarga miskin, keluarga rentan terhadap wabah covid-19 dan pedagang, petani, nelayan, sopir, ojek dan yang lainnya,”katanya
Rafiq menegaskan agar seluruh penerima tersebut harus memiliki nama dan alamat yang lengkap. Hal ini menurutnya sangat penting karena akan muncul nanti bantuan-bantuan lainya yang diberikan oleh berbagai komponen masyarakat Karimun termasuk pemerintah daerah Kabupaten Karimun dan pemerintah daerah Propinsi Kepri.
“Jadi untuk seluruh Camat, agar secepatnya data itu diselesaikan. Tadi pagi Pak Gubernus juga sudah menyampaikan, bahwa bantuan sembako dari Propinsi mudah-mudahan seminggu sebelum menyambut bulan puasa semuanya sudah dapat didistribusikan,”jelasnya
Dari data yang dihimpun, Kabupaten Karimun terdiri dari 78.000 kepala keluarga, keluarga tidak mampu berjumlah 15.000 kepala keluarga. Dari 15.000 kepala keluarga tidak mampu, 7.000 kepala keluarga merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui dinas sosial sebesar Rp200.000 setiap bulannya.
Dari data tersebut, penenrima bantuan sembako nantinya akan diprioritaskan diluar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kemudian pasien Covid-19 ditambah petani, nelayan, sopir, ojek dan yang lainnya.
edorey











Discussion about this post