TAPSEL, Potretnusantara.id – Warga luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mengancam akan melakukan orasi besar besaran dalam waktu dekat ini. Tidakan ini dilakukan sebagai ketidak puasan mereka terhadap tindakan S yang melakukan pembacokan terhadap Solehuddin Siagian Jumat 24 Desember 2021 tahun lalu.
S pelaku pembacok seolah kebal hukum dan memiliki bekingan yang kuat sehingga hingga saat ini belum berhasil ditangkap, akibatnya warga merasa kesal dan marah hingga merencanakan orasi.
“Kami akan adalan orasi besar besaran jika S ini belum ditangkap,”kata salah satu warga yang geram dengan tindakan S.
Ditambahnya, tindakan S tidak dapat diterima oleh seluruh warga. Pasalnya warga merasa melakukan pekerjaan di kampungnya sendiri.
“Ini kampung kami, ini desa kami. Kenapa S seenaknya bacok warga disini, jadi kami mau dia (S-red) dihukum, kami tidak mau damai,”tegasnya.
Kepala Desa Luat Lombang, Siregar mengatakan tidak terima dengan tindakan S dengan rombongannya melakukan tindakan onar di Desanya hingga mengakibatkan warga luka bacok di kepala.
“Tentu tindakan ini kita tidak terima, harus segera diselesaikan dan ditangkap,”kata Kepala Desa, Selasa (15/2) kepada potretnusantara.id.
Menurutnya, lambatnya penanganan kasus tersebut membuat timbulnya gejolak besar di masyarakat hingga saat ini. Sehingga dia berharap persoalan tersebut segera ditangani dengan serius.
“Hingga saat ini masyarakat tidak puas, makanya mereka ingin melakukan orasi besar besaran dalam waktu dekat ini,”katanya.
Warga Minta Aktor Intelektual Pembacokan Diungkap
Warga menilai, tindakan S dengan rombongannya saat melakukan penyerangan hingga mengakibatkan tragedi berdarah bukanlah tindakan spontanitas, warga menduga bahwa tindakan tersebut sudah terorganisir.
“Ini bukan tindakan spontanitas, ini pasti ada dalangnya,”kata salah satu warga yang enggan namanya disebutkan.
Di berpendapat, tindakan yang dilakukan S dan rombongan jika tidak memiliki kepentingan maka mustahil pembacokan tersebut dilakukan.
“Kalau hanya kepentingan dia pribadi buat apa coba, tetapi dibalik ini pas ada kepentingan hingga mereka rombongan dan pasti ada yang jaminin,”katanya menduga.
Sehingga dengan demikian, dia berharap kejadian ini harus diungkap dengan terang benderang dan jangan ditutup tutupi.
“Janganlah nanti kejadian memuncak karena amarah warga, terus viral baru ditangani dengan serius, saya rasa jangan sampai seperti itu. Yang penting, seret S dan rekan rekanya dan ungkap siapa yang suruh,”tegasnya
Dia bersama seluruh warga akan melakukan pengawalan perkembangan kasus ini, mereka menilai tindakan ini sudah memicu traumatik sosial ditengah masyarakat.
“Ini kejadian serius, apalagi kita duga ada keterkaitan orang-orang “besar” disini,”katanya.
Dari berbagai sumber yang dihimpun, kejadian yang terjadi Jumat 24 Desember 2021 tahun lalu terjadi di PT PLTA Simar Boru, saat itu ada kegiatan bongkar muat material.
Tidak diduga, S dengan rombongannya menggunakan mobil salah satu perusahaan langsung melakukan penyerangan terhadap pekerja dengan menggunakan sejata tajam hingga mengakibatkan Solehuddin Siagian robek di kepala akibat kena bacok.
Solehuddin Siagian menderita serius hingga mendapatkan 8 jahitan dikepalanya, akibat kejadian ini warga menjadi marah dan melakukan pembelaan terhadap Solehuddin Siagian namun para pelaku berhasil kabur.
Kekesalan warga semakin memuncak, saat S dan rombongannya diburu dan tidak berhasil. Beberapa warga menuju kediaman S untuk memastikan keberadaannya namun tetap tidak ditemukan.
Amarah warga saat itu tidak dapat dibendung akibat tindakan S yang melakukan pembacokan membuat warga kalap dan melakukan pembakaran rumah S saat itu.
hsiregar










