BATAM, Potretnusantara.id-Haripinto Tanuwidjaja, Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau (Kepri) kembali menggelar kegiatan 4 Pilar Kebangsaan bersama Pemuda Ekaristi Kaum Muda Paroki MBPA, Rabi (19/7) di Geraja Katolik Maria Bunda Pembantu Abadi di jalan Sumber Jaya Kaplinmg Baru, Batam, Kepri.
Dalam kesempatan ini, Haripinto menjelaskan dalam memasuki era globalisasi saat ini, Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara sangat banyak menghadapi tantangan dalam keseharian masyarakat termasuk pemuda itu sendiri. Dimana kehadiran tehnologi tersebut dapat mempengaruhi ideologi alternatif melalui internet ke dalam sendi-sendi kehidupan sehari-hari.



Dikatakan, anak-anak muda atau generasi Z tidak suka membaca, artinya lebih menyukai visual daripada teks yang naratif. Generasi Z lebih membutuhkan contoh atau teladan dari generasi sebelumnya, yaitu generasi Baby Boomer atau generasi X.
“Dan ini tantangan kita, disinilah pemuda berperan aktif untuk berpikir sehat agar tidak mudah terpengaruh sehingga nilai persatuan dan kesatuan itu tidak luntur,”kata Haripinto mengawali.
Aven salah peserta Ekaristi Kaum Muda Paroki MBPA menanyakan seberapa besar pengaruh pemuda saat ini untuk membangun atau menjaga keutuhan Pancasila, apa mamfaatnya?



Haripinto menjelaskan, bahwa sangat besar pengaruhnya, karena ditangan pemudalah masa depan bangsa kita kedepan. Salah satu caranya adalah terus memperbaiki karakter diri, peduli dalam mengimplementasikan nilai-nilai dalam Pancasila.
“Karena Pancasila mengandung nilai-nilai luhur ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang harus ditanamkan sedini mungkin dalam diri masyarakat Indonesia terkhusus pemuda sebagai generasi bangsa, nah in yang membuat kita kuat,”jelasnya.
Sementara itu, Kenedy yang juga peserta Ekaristi Kaum Muda Paroki MBPA memberikan pertayaan. Jika memang pemuda sangat berperan, bagaimana pemerintah memberdayakan kami pemuda dalam mempertahankan nilai Pancasila itu?


Dalam kesempatan ini, Haripinto Tanuwidjaja kembali menjelaskan Pancasila itu bukan hanya sebagai dasar negara ataupun tujuan berbangsa, namun harus mampu menjadikan Pancasila sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Karena setiap sila yang terdapat di dalamnya yang cukup bermakna dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan kita mampu melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari maka akan terpupuk atau tertanam di dalam hati kita bahwa Pancasila sebagai sumber hukum bagi bangsa Indonesia mampu memciptakan kedamaian diatas perbedaan,”tutupnya.
red










