Potretnusantara.id, Natuna – Polres Natuna melalui Satintelkam dan Satpolairud kembali menyapa masyarakat pesisir dalam program “Jum’at Curhat dan Berkah”, Jumat (31/10/2025) pagi. Kegiatan yang digelar di Pelabuhan Nelayan Teluk Baruk Desa Sepempang ini turut menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Natuna.
Program tersebut diawali dengan pembagian makanan serta makan bersama nelayan setempat. Suasana kekeluargaan terlihat kental, mencerminkan kedekatan Polri dengan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan ini Kasat Intelkam IPTU Suranta Surbakti, Kasat Polairud IPDA Guru Kinayan Sembiring, Kanit Patroli Satpolairud Aipda Imam Nurachman, Ps. Kanit Gakkum Bripka Hasbillah, personel Satintelkam, Satpolairud, perwakilan PWI Natuna Erwin J. Simanungkalit, serta para nelayan Desa Sepempang.
Dalam kesempatan itu IPTU Suranta mengingatkan para nelayan agar waspada menghadapi musim angin Utara yang sedang melanda wilayah Natuna.
“Nelayan diminta selalu meng-update informasi cuaca dan memastikan alat keselamatan saat melaut. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain keselamatan laut, Polri juga mengimbau masyarakat aktif menjaga keamanan lingkungan.
“Laporkan setiap kejadian sekecil apapun kepada Bhabinkamtibmas atau polisi terdekat agar situasi tetap kondusif,” tambahnya.
Menariknya, pada momen dialog tersebut, Kasat Intelkam turut mengecek kondisi distribusi BBM subsidi. Para nelayan memastikan ketersediaan solar saat ini berjalan baik tanpa hambatan.
Salah satu nelayan bahkan menyebutkan bahwa mereka tetap berbagi kepada rekan nelayan lain yang belum memiliki kartu pass sebagai syarat pembelian minyak subsidi.

“Kalau ada nelayan belum dapat kartu, kita bantu dan berbagi,” ungkapnya.
Memasuki puncak musim angin Utara hingga Februari 2026, para nelayan mengaku akan beralih alat tangkap untuk menyesuaikan kondisi gelombang laut.
“Kalau cuaca bersahabat, kami memancing ikan. Tapi jika gelombang tinggi, kami beralih menangkap gurita dulu,” ujar seorang nelayan.
Adaptasi ini menjadi strategi untuk memastikan ekonomi rumah tangga tetap berjalan.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB tersebut ditutup dengan ramah tamah. Program “Jum’at Curhat dan Berkah” terbukti menjadi ruang komunikasi efektif antara Polri dan nelayan pesisir Natuna.
Pendekatan humanis ini semakin memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.
(Kalit)









