Potretnusantara.id, Natuna – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari Fraksi Golkar, Mustamin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMA Negeri 1 Subi, kamis (28/8). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi tenaga pendidik maupun sarana prasarana di sekolah yang menjadi kebanggaan masyarakat Subi tersebut.
Dalam sidaknya, Mustamin mendapati jumlah guru di SMA Negeri 1 Subi sebanyak 15 orang, dengan jumlah siswa mencapai 104 orang. Meski ruang kelas dinilai sudah cukup bahkan berlebih, namun sekolah masih menghadapi persoalan kekurangan beberapa guru mata pelajaran.
“Saya berharap permasalahan ini segera dilaporkan secara resmi ke Dinas pendidikan provinsi Kepri agar dapat ditindaklanjuti. Guru adalah ujung tombak pendidikan, karena itu harus benar-benar diperhatikan,” tegas Mustamin saat berbincang dengan Kepala Sekolah, Drs. Arpandi.
Selain menyoroti tenaga pengajar, Mustamin juga menekankan pentingnya peran guru dalam mencetak generasi terbaik di pulau terluar.
“Para tenaga pengajar punya amanah besar untuk ikut mencerdaskan anak-anak kita. Mari kita kader mereka agar bisa bersaing dan berprestasi, meskipun berada di wilayah terdepan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, salah seorang guru juga menyampaikan keluhan terkait tunjangan interland untuk pulau terluar yang dulunya pernah diberikan, namun kini tidak lagi diterima. Menjawab hal itu, Mustamin mengatakan akan segera menanyakan persoalan tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
“Sekarang memang ada banyak skema tunjangan, seperti TPP maupun sertifikasi. Tapi khusus masalah ini, akan kita komunikasikan dengan dinas agar jelas statusnya,” terang politisi Komisi III DPRD Kepri tersebut.
Kepala SMA Negeri 1 Subi, Drs. Arpandi, turut menyampaikan sejumlah usulan bantuan, di antaranya pembangunan pagar sekolah, aula, dan perbaikan mushola.
“Mushola kami sudah tidak bisa digunakan lagi karena kubahnya rusak parah dan membahayakan siswa. Untuk sementara, kegiatan ibadah dipindahkan ke ruang laboratorium,” ungkap Arpandi.
Sidak Mustamin ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Kecamatan Subi. Warga berharap kunjungan wakil rakyat tersebut benar-benar membawa solusi konkret agar para pelajar di pulau terluar tetap mendapat layanan pendidikan yang layak.
Penulis kalit










