KARIMUN, Potretnusantara.id-Kabupaten Karimun melekat dengan 4 (empat) azam penggerak pembangunan Kabupaten Karimun yang meliputi Azam Pembangunan Ekonomi yang berdimensi Ekonomi Kerakyatan, Azam Peningkatan Iman dan Taqwa, Azam Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan Azam Pengembangan Seni dan Budaya.
Ke empat Azam ini adalah untuk menunjang Visi Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun yang maju mandiri, berbudaya yang dilandasi Iman dan Taqwa serta Misi Pemerintah Kabupaten Karimun yang mengembangkan sektor Industri, Perdagangan, Pariwisata dan Sektor Pertanian.
Namun dilain sisi, ada cerita menarik yang terletak ditengah kota Karimun yang dari dulu namanya sangat venomenal dan menggambarkan ciri khas yaitu komplek “Villa”. Tempat ini mungkin tidak asing bagi mereka-mereka penikmat bathin dan badaniah bagi hidung belang.
“Villa masih ada bang,”kata VF salah seorang WNA yang sedang ngopi di tengah kota Karimun, Kamis siang (15/8).
VF mengisahkan pengalamannya beberapa tahun silam tentang gemerlapnya dunia malam di Kabupaten Karimun, menurutnya komplek Villa merupakan salah satu tempat favorit untuk memilih wanita penghibur.
“Dulu itu banyak gadis-gadis cantik, makanya itu dulu favorit saya, entah sekarang masih ramai apa tidak,”kenangnya,
Dia menambahkan, pada zamannya tempat ini sangat aman dan tenteram tanpa ada gangguan-gangguan.
“Enak lah zaman itu, tempat itu aman serasa telah terkondisikan sehingga para hidung belang bebas tanpa hambatan,”kata sedikit tertawa.
Salah satu warga Karimun yang enggan namanya dipublikasikan saat sedang ngopi bersama dengan VF mengaku bahwa tempat tersebut hingga kini masih aktif beroperasi.
“Masih beroperasi kok, cuman tidak sepenuh dulu, kalau mau nanti kita kesana,”katanya serasa bercanda kepada VF.
Dia merasa takjub dengan keberadaan villa, dimana selama ini tidak sedikit kasus yang terjadi disana misalnya sperti TPPO.
“Jika dihitung dah cukup banyak kasus TPPO, kalau ngak salah terakhir tahun ini ada tapi di RJ kan, dengar-dengar begitu,”katanya.
Menurutnya banyak pihak mengharapkan tempat tersebut ditutup saja mengingat mamfaatnya yang tidak ada.
“Kalau mau jujur baiknya itu ditutup saja, tapi itu harapan kita, buktinya memang tempat tersebut tetap aman dan nyaman seolah tidak ada yang tahu, padahal jika dilihat dari bunyi azam kita Iman dan Taqwa sangat ngeri sekali, tapi mudah-mudahan lah tergerak hati para pemangku kita untuk menutupnya,”katanya berharap.
eph









