Potretnusantara.id, Natuna – Polemik antara penumpang Jirin, S.H. dan pihak Nam Air terkait penundaan penerbangan dari Natuna menuju Batam pada Sabtu (18/10/2025) akhirnya mendapat tanggapan lebih lengkap dari pihak maskapai.
Perwakilan Nam Air, Tatik, menegaskan bahwa kompensasi berupa makan malam dan voucher Rp300.000 bukan diberikan karena adanya ancaman somasi dari penumpang, melainkan sudah diproses sejak siang hari.
“Bukan akhirnya baru dapat voucher. Pengajuan voucher ini sudah saya lakukan dari tadi siang, hanya saja harus melalui beberapa proses terlebih dahulu. Memang ada penumpang saat check-in menanyakan kompensasi, dan sejak awal saya sampaikan bahwa kompensasi awal berupa makan malam sudah kami siapkan. Sedangkan kompensasi voucher masih menunggu persetujuan, baru dirilis malam ini,” ujar Tatik.(18/10)
Tatik juga menepis anggapan bahwa pihak maskapai baru bergerak setelah ada ancaman somasi. Ia menegaskan proses pengajuan kompensasi telah dilakukan sesuai prosedur internal perusahaan, bukan karena tekanan dari penumpang.
“Saya memang menyampaikan hal itu, tapi karena saya merasa sudah kenal dengan penumpang tersebut, penyampaiannya saya buat lebih santai saja. Sebenarnya pengajuan kompensasi itu sudah kami lakukan sejak tadi siang,” tutur Tatik menambahkan.
Selain itu, Tatik menegaskan tidak ada penumpang yang terlantar di bandara, karena pihak Nam Air telah melakukan pemberitahuan perubahan jadwal melalui pesan WhatsApp sebanyak tiga kali sejak malam sebelumnya hingga sore hari keberangkatan.
“Kami sudah beritahu dari , siang, sampai sore. Jadi tidak benar kalau penumpang terkatung-katung menunggu tanpa kepastian. Semua sudah kami informasikan,” ucapnya.
Sementara itu, Jirin S.H. menegaskan bahwa protes yang dilakukannya bukan tanpa alasan. Ia hanya meminta hak penumpang sesuai aturan keterlambatan penerbangan.
“Saya sempat tanya ke petugas, apakah kalau delay lebih dari empat jam dapat kompensasi uang. Katanya tidak ada, hanya makan malam. Saya sampaikan kalau begitu akan saya somasi karena itu hak penumpang. Setelah itu, sekitar 15 menit kemudian, baru petugas datang membawa voucher keterlambatan,” ujarnya.
Hingga pukul 22.30 WIB, Jirin mengaku pesawat Nam Air yang dijadwalkan berangkat pukul 22.10 WIB belum juga mendarat di Natuna, dan penumpang masih menunggu kepastian.
“apa pula tidak ada penumpang terlantar,Katanya berangkat jam 22.10, tapi sampai sekarang pesawatnya belum datang juga. Kami tetap menunggu di ruang tunggu,” tambahnya.
Dijelaskan Tati, bahwa keterlambatan terjadi karena padatnya trafik penerbangan di rute Tambolaka–Denpasar–Jakarta menuju Natuna, yang mengakibatkan rotasi pesawat mengalami keterlambatan.
“Pesawat yang ke Natuna ini ditarik dari Tambolaka, lanjut ke Denpasar, baru masuk ke Jakarta sebelum terbang ke Natuna. Jadi jadwal kedatangannya memang mundur, diperkirakan tiba sekitar pukul 22.50 WIB,” jelasnya.
Peristiwa ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan penumpang dan warganet. Banyak yang menilai komunikasi antara pihak maskapai dan penumpang perlu lebih terbuka, agar kejadian serupa tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
kalit










