Potretnusantara.id, Natuna – Laut tenang dan langit cerah menyambut misi besar dari laut: Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 menyentuh Pulau Subi, salah satu pulau terluar dan berpenghuni di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (25/7/2025).
Menggunakan KRI Hasan Basri-382, Bank Indonesia (BI) bersama TNI AL membawa uang baru layak edar serta misi penting menanamkan kecintaan terhadap mata uang nasional: Rupiah.
Ketua Tim ERB BI Kepri, Sopian Hadi, memimpin langsung sosialisasi bertajuk “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP)” di hadapan warga, perangkat desa, dan tokoh masyarakat Pulau Subi. Dalam kegiatan ekspedisi , BI juga berhasil menukar uang lusuh milik warga senilai ±Rp1 miliar.
“Misi kami bukan hanya menyalurkan uang baru, tapi juga menanamkan kesadaran bahwa Rupiah adalah lambang kedaulatan bangsa. Ini bagian dari menjaga NKRI dari sisi ekonomi,” ungkap Sopian Hadi.
“Uang baru disalurkan, sementara uang rusak dan lusuh dikumpulkan untuk dimusnahkan secara resmi. Ini menjadi wujud nyata kehadiran negara hingga ke titik paling luar Indonesia.” Tambahnya
Acara edukasi CBP ini diikuti lebih dari 100 peserta, mulai dari Muspika, lurah, kades, ketua PKK, tokoh Posyandu, hingga masyarakat umum. Materi yang disampaikan antara lain:Bahaya uang palsu,Mengenali ciri uang asli dan Mengapa kita harus bangga menggunakan Rupiah?
Ekspedisi yang dilepas dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam, pada 22 Juli 2025, ini menempuh rute sejauh 1.105 nautical miles, menyambangi lima pulau prioritas di Kepri: Tarempa, Midai, Subi Besar, Tambelan, dan Singkep.
Komandan KRI Hasan Basri-382, Letkol Laut (P) Zunaidy Syah Sanggel, menyatakan kesiapan penuh kapal berjenis penghancur anti kapal selam ini dalam mendukung ekspedisi nasional.
“TNI AL tak hanya mengawal laut, tapi juga mendukung penuh program strategis seperti ERB,” tambah Lettu Laut (T) Widhi Galih, perwira divisi kapal Hasan Basri sekaligus pembicara dalam edukasi CBP yang juga menyampaikan informasi penerimaan taruna AAL.
Pulau Subi, terdiri dari Subi Besar dan Subi Kecil, menjadi lokasi yang strategis dalam ekspedisi karena dermaganya kini mampu disandari kapal besar seperti KRI Hasan Basri.
Camat Subi, H. Syarifuddin, S.Ag., M.A, mengapresiasi tinggi kehadiran ERB dan berharap ada kenangan fisik yang tertinggal.
“Kami berharap ke depan dibangun monumen atau mural Islami yang menyatu dengan semangat cinta Rupiah di jalan-jalan Subi. Sebuah pengingat bahwa negara hadir di sini,” harap Camat.
Ekspedisi ini adalah yang ke-11 kalinya dilakukan BI di Kepri, dan menjadi bagian dari 91 pulau yang ditargetkan secara nasional dalam rangkaian ERB 2025. Sejak 2012, program ini telah menjangkau lebih dari 655 pulau di seluruh Nusantara.
Dengan semangat merah putih dari laut, Subi menjadi saksi bisu bahwa kedaulatan tidak hanya soal senjata, tapi juga tentang menjaga Rupiah tetap hidup dan dihormati di seluruh penjuru negeri.
Kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, pembagian kaos cinta Rupiah, dan bantuan sembako kepada peserta.
Penulis kalit










