Jakarta, Potretnusantara.id-Ketua Dewan Pers Mohammad NUH atas jejak kekerasan hingga menghilangkan nyawa wartawan di Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Dalam surat pernyataan tersebut dengan Nomor:02/P-DP/VI/202 tentang kabar duga kembali mewarnai kehidupan Pers Indonesia atas meninggalnya Pemimpin Redaksi LasserNewsToday, Mara Salem Harahap. Sabtu (19/6).
Ketua Dewan Pers Muhammad NUH menuliskan, Merujuk pada pernyataan Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Rahmad Ariwibowo kepada Pers, warga masyarakat menemukan jasat Mara Salem Harahap didalam kendaraan pribadi tidak jauh dari kediamannya di karang Anyer Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Dewan Pers menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mara Salem Harahap. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan batin dan Lassernewstoday dapat melanjutkan kiprah sebagai Pers yang profesional dan menegakan kode etik jurnalistik.
Saudara Mara Salem Harahap meninggal dunia dengan jejak kekerasan. Ditemukan dua luka tembak di tubuhnya.
Kekerasan apalagi yang menghilangkan nyawa, jelas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Terlebih-lebih jika kekerasan itu dilakukan terkait dengan pekerjaan seseorang sebagai wartawan. Dewan Pers mengutuk kekerasan dan pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap.
Dewan Pers mendesak aparat kepolisian untuk segera menyelidiki kasus ini secara serius dan seksama. Pelaku dan motif pembunuhan harus diungkapkan. Rasa keadilan keluarga Mara Salem Harahap juga harus ditegakkan.
Oleh karena itu, Dewan Pers juga menghimbau agar segenap komunitas Pers Sumatera Utara untuk memperhatikan masalah pembunuhan Mara Salem Harahap dan secara proporsional membantu aparat kepolisian dalam mencari bukti-bukti dan mengungkapkan fakta.
Dewan Pers menghimbau kepada semua pihak yang merasa dirugikan Pers untuk menempuh prosedur penyelesaian sengketa Pers seperti telah diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan peraturan Dewan Pers.
Hal yang tidak kalah penting, Dewan Pers menghimbau agar segenap unsur Pers Nasional untuk senantiasa mengedepankan keselamatan diri dan menaati kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas profesional sebagai wartawan.
Robert Nainggolan/rilis










