KANADA, Potretnusantara.id-Di Kota Kanada Barat menghadapi peningkatan kejahatan rasial yang naik hingga 717 persen, hal ini seperti dilaporkan melalui rilis Departemen Kepolisian Vancouver baru-baru ini.
Dan memang, kejahatan kebencian terhadap orang Asia sedang meningkat di banyak bagian dunia, termasuk di Vancouver, tempat tinggal bagi populasi besar etnis Asia di Kanada. Laporan baru oleh Departemen Kepolisian Vancouver menunjukkan peningkatan tajam jumlah serangan rasis yang bertepatan dengan pandemi COVID-19.
Pada 30 Maret, seseorang berusia 47 tahun, dikenakan tuduhan yang jarang: “menghasut kebencian publik.” Orang itu merusak properti dengan menulis grafiti rasis di jendela Pusat Kebudayaan China di Vancouver. Ketua Pusat Kebudayaan, Fred Kwok, mengatakan vandalisme rasis itu direncanakan dan disengaja.
“Menurut saya itu adalah niat jahat untuk menyebar xenofobia ke masyarakat umum. Selain itu, saya mengatakan kepada polisi, kalau kita bandingkan, ini hampir sama dengan aksi terorisme. Tujuannya hanya satu, membuat takut semua orang Tionghoa,”kata Choo.
Queenie Choo adalah CEO S.U.C.C.E.S.S., organisasi nirlaba yang berbasis di Vancouver. Organisasi itu membantu imigran baru, terutama dari Asia. Ia mendesak lebih banyak penelitian dan dokumentasi tentang masalah ini.
“Salah satu cara melakukannya adalah dengan mengumpulkan data berbasis ras, berkonsultasi dengan masyarakat dan terbuka tentang mengapa dan data apa yang dikumpulkan, dan bagaimana data itu akan digunakan untuk melakukan perbaikan sehingga kita memahami besarnya situasi ini,”kata Choo.
Choo juga mengatakan bahwa pemerintah harus mendanai kampanye antirasisme, termasuk inisiatif pendidikan.
Juru bicara Departemen Kepolisian Vancouver Tania Visintin menilai peningkatan serangan berbasis ras itu mengejutkan.
“Ini cukup membingungkan, terutama karena ini adalah kota yang multikultural. Jadi, fakta bahwa ada begitu banyak kebencian, khususnya terhadap orang-orang keturunan Asia Timur, cukup menjengkelkan.”kata Tania Visintin
Visintin mengatakan departemennya mempermudah pelaporan kejahatan rasial secara online. Diharapkan lebih banyak data dan dokumentasi akan membantu kota itu mengatasi tren itu.
voa









