NATUNA,Potretnusantara.id – Kelompok Tani Usaha Bersama, patut berbangga diri, pasalnya wakil Bupati Natuna Rodhial Huda bisa bersama mereka melaksanakan panen cabe di desa Air Mali, kecamaatan Bunguran Utara. Meski jaraknya cukup jauh dan melelahkan, namun Wabup Natuna rela datang sekedar memberi motifasi
Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda menyampaikan agar kelompok tani bisa serius mengolah lahannya untuk bercocak tanam. ” Saya bangga kepada kelompok tani usaha bersama, kita bisa panen cabe bersama di Kecamatan Bunguran Utara,” ucap Rodhial.
Saat ini ada 5 kelompok tani di daerah ini, namun hanya 1 kelompok saja yang melakukan penanaman cabe seluas 1 Ha, dan berhasil panen.
Bagi petani, diminta agar dapat mengolah lahan pertanian dengan serius, sehingga akan membawa hasil berkesinambungan bagi keluarga.
Para petani dapat menerapkan sistem Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM) sehingga hasil pertanian lebih bagus.
“ATM ini maksudnya A : amati jadi bapak – bapak bisa mengamati cara pertanian dari petani lainnya, T: Tiru bagaimana cara mereka bertani, dan terakhir M: Modifikasi, maksudnya terapkan cara pertanian yang ditiru tadi dan dimodifikai dengan cara Bapak sekalian dalam bertani, insha Allah hasilnya akan lebih baik,” kata Rodhial Huda saat dikonfirmasi metroindonesia lewat telpon selulernya Sabtu 14 Agustus 2021.
Ada 5 kelompok tani di Desa Air Mali Kecamatan Bunguran Utara, namun yang melakukan tanam cabai hanya kelompok tani usaha bersma, diatas lahan seluas 1 hektar.
Kadis Pertanian Marwan Syaputra saat dihubungi secara terpisah mengaku telah memberikan bantuan berupa alat pertanian.
Untuk Pupuk dan bibit tidak kita berikan, karena sudah dapat bantuan dari Dana Desa setempat.
Menurut Marwan, kelompok tani Usha Bersama telah mendapatkan bantuan Rp.40 juta dari Dana Desa untuk pengadaan bibit dan pupuk. Namun bantuan itu sifatnya bergulir, maka pada anggaran selanjutnya akan diberikan kepada kelompok tani lainnya.
Harapan kita, kelompok tani lainnya dapat menanam bukan cuma cabe saja.
“ya saya minta agar mereka tidak latah melihat hasil tanam kelompok tani Usaha bersama, ini juga perlu dilakukan agar dapat menekan harga dipasaran. karena kalau semua tanam cabai nanti pas panen harga anjlok, yang rugi dan kasian kan juga petani,” tambah Marwan
kalit













