ASAHAN, Potretnusantara.id – Camat Aek Kuasan, Jutawan Sinaga memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyudutkan dirinya dengan judul “Tidak Memberi Tanggapan Apapun” saat dikonfirmasi wartawan yang dimuat salah satu media online, terbitan Senin (21/11/2022).
“Tidak benar saya tidak memberi tanggapan saat dikonfirmasi wartawan terkait dugaan oknum Kades Rawasari arogan,” kata Jutawan, Kamis (23/11/22) dengan nada kesal.
Kepada awak Media ini, Camat Aek mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan/mediasi antara Kepala Desa Rawasari, Khairuddin Nainggolan dengan pihak warga Desa Rawasari AR, ESS dan Tur, dihadiri Sekcam Aek Kuasan dan beberapa wartawan yang juga rurut dalam pertemuan tersebut.
“Peristiwa itu berawal dari adanya kegiatan Balapan Gastrack di Desa Rawa Sari, ada salah satu kelompok warga yang membuka lapak parkir di lokasi Gastrack tanpa persetujuan dan koordinasi dengan panitia,” kata Camat Aek.
Lalu Ia menyebutkan, atas dasar permintaan panitia tersebut akhirnya Kades Rawasari mendatangi dan menegur warga yang membuka lapak tersebut, dengan perkataan “Kenapa kamu buka parkir tidak koordinasi dengan panitia, hargailah panitianya, masak tidak ada ada perasaan kamu ke panitia yang sudah capek menyiapkan kegiatan ini”.
“Ternyata versi yang berbeda disampaikan beberapa warga tersebut bahwa Kades Rawasari memaki dan mengucapkan bahasa kotor. Akhirnya beberapa warga yang merasa dimaki oleh Kades Rawasari datang ke Kantor Camat Aek Kuasan untuk dilakukan mediasi. Namun pada pertemuan itu Kades Rawasari membantah bahkan bersumpah dirinya tidak ada mengeluarkan kata-kata makian kepada warganya tersebut, apalagi warganya sendiri,” sebut Jutawan.
“Nah, disitulah mereka (warga tersebut, red) tidak puas atas klarifikasi Kades Rawasari, apalagi kedua pihak mengklaim memiliki masing-masing saksi yang dianggap bisa membela pernyataan mereka,” tambahnya.
Camat berharap agar permasalahan tersebut tidak diperpanjang lagi, apalagi Kepala Desa dengan warganya itu masih satu kampung cukup hanya sanpai disitu.
“Selesailah ini ya, untuk apalah kita ribut-ribut karena ini kan kita sekampung, besok kita juga lagi yang ketemu, kita lagi yang berpapasan, apalagi warga ada urusan ke balai desa ketemu Kades dengan bapak dan ibu lagi. Kalau bisa selesailah masalah ini dan saya minta Kades untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga tersebut dan tidak perlu mempersoalkan lagi warga yang menuduhnya,” papar Jutawan.
Selanjutnya, Camat juga menyampaikan permintaan maaf Dirinya apabila mungkin jalannya Pemerintahan di Desa Rawasari belum maksimal karena keinginan warga dalam pelayanan maupun pemberian bantuan dirasakan belum sesuai dengan keinginan warga, seperti menyangkut bantuan sosial di desa.
“Seandainya bapak itu warga yang layak tetapi tidak dapat sampaikan sama saya biar saya sampaikan dengan Kades Rawasari”, pinta Camat.
Ironisnya, dalam pertemuan itu malah ada oknum wartawan yang ngotot minta pendapat Camat untuk menyalahkan Kades. Diduga karena Camat tidak mau diintervensi maka muncul pemberitaan yang menyudutkan dengan judul, “Camat tidak mau memberikan tanggapan” .
Jutawan menilai konfirmasi yang dilakukan oleh salah satu oknum wartawan tersebut adalah bersifat tendensius dan cenderung tidak objektif. Bahkan terkesan menghakimi dan sangat bertentangan dengan UU Pers mewajibkan pers untuk menghormati asas praduga tak bersalah, apalagi ada pesan WA yang disampaikan ke Camat.
“Prinsipnya Camat Aek Kuasan memberikan keterbukaan informasi publik dan akan bersifat adil dalam menyikapi dugaan masalah ini, dan kalaupun memang ada pihak masyarakat yang setelah kita pertemuan dilakukan tidak puas dan menganggap masalah belum selesai, ya apa boleh buat, saran kami silahkan ditempuh jalur hukum saja”. pungkas Jutawan.
Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kades Rawa Sari Khairuddin Nainggolan menjelaskan, Panitia menyampaikan agar kiranya dapat menegur pihak yang membuka lapak parkir tanpa koordinasi dengan panitia.
“Karena panitia sudah menegur sebelumnya namun tidak dipedulikan, sehingga hal ini dikhawatirkan nantinya terjadi keributan”. terangnya. (Paimin).
Editor : RD










