KARIMUN, Potretnusantara.id-Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2024-2029 telah resmi mendaftarkan di di Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan pendaftaran ini telah resmi ditutup pada tangga 29 Agustus 2024 sekira pukul 23.59 wib.
Sejak pendaftaran ini, terlihat para buzzer mulai memenuhi media sosial seperti halnya di group-group FaceBook (FB). Terlihat seluruh calon mulai diserang secara bergantian oleh buzzer-buzzer dengan melampirkan dianggap sebagai bukti kelemahan atau kekurangan para calon.
Melihat fenomena ini, banyak pihak yang menyangyangkan sikap para buzzer yang mencoba menebarkan pemberitaan-pemberitaan yang dapat merugikan para calon dan juga merugikan masyarakat secara umum.
“Sebenarnya ini kurang baik cara-cara seperti ini, tetapi inilah kelemahan kita,”kata Adrison,S.H salah satu pemerhati politik, Minggu (1/9).
Di katakan, sesungguhnya buzzer-buzzer ini sudah salah dalam menilai pola pikir masyarakat yang saat ini sudah cukup maju. Dimana masyarakat dengan perkembangan tehnologi sudah sangat mengerti dan memahami karakter para calon sehingga tidak perlu lagi harus menampilkan kesalahan para calon dengan tujuan lain.
“Saya rasa dari segi demokrasi juga sudah kurang tepat, dimana si buzzer ini mencoba untuk mempengaruhi masyarakat dengan cara membuka aib ini kurang bagus,”katanya.
Budaya Masayarakat kita tambahnya, terkadang tidak lagi memandang apa dan bagaimana kondisi atau keburukan seseorang namun sudah cenderung mengikuti kata hatinya.
“Jadi tindakan buzzer ini sebenarnya sangat berbahaya dimana ketika pilihannya diusik maka dia akan berontak, karena itu tadi masyarakat memilih karena kata hati bukan karena hal lain,”katanya memberikan pandangan.
Tindakan buzzer-buzzer ini seharusnya segera di tindak, kondisi yang diciptakan telah merusak tatanan demokrasi yaitu bebes, jujur dan rahasia.
“Masa depan kita masih panjang, jadi kita minta pihak berwajib melakukan tindakan karena ini sudah menciptakan kegaduhan di masyarakat,”pesannya.
ery










