Natuna, Potretnusantara.id – Di tengah tantangan ekonomi yang menghimpit, harapan menyapa para lansia di Kabupaten Natuna. Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp1,2 juta kepada warga lanjut usia yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Pensasaran Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), yang terus dikawal ketat oleh Pemerintah Kabupaten Natuna untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh yang benar-benar membutuhkan.
Bupati Natuna Cen Sui Lan turun langsung ke lapangan meninjau sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 35 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari empat kelurahan di Kecamatan Bunguran Timur. Lokasi penyaluran dipusatkan di Kantor Pos wilayah setempat.
“Hari ini kita ingin memastikan penyaluran berjalan baik, tepat sasaran, dan yang paling penting: langsung menyentuh hati dan kebutuhan masyarakat, khususnya para lansia,” ujar Bupati Cen dengan penuh empati. Jumat (20/06/2025).
Dalam suasana haru, beberapa lansia tampak berkaca-kaca menerima bantuan tersebut. Bagi mereka, uang itu bukan sekadar angka, melainkan bentuk perhatian dan kasih dari negara.
“Semoga bantuan ini bisa digunakan sebaik-baiknya. Untuk beli obat, makan, atau kebutuhan pokok lainnya. Jangan disia-siakan,” pesan Bupati Cen kepada para penerima bantuan.
Sementara itu, Mardi Handika, Kabid Pemberdayaan dan Jaminan Sosial Dinsos Natuna, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh pemerintah dalam menghapus kemiskinan ekstrem di wilayah kepulauan terdepan tersebut.
“Total ada 665 KPM di Kabupaten Natuna yang telah diverifikasi dan akan menerima BST. Penyaluran akan terus kami kawal di kecamatan-kecamatan lainnya,” jelas Mardi.
Langkah ini menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Meski berada di ujung utara Indonesia, masyarakat Natuna tetap mendapat perhatian penuh. Bantuan ini bukan hanya soal angka, melainkan tentang harapan, martabat, dan rasa bahwa mereka tidak sendiri. (Kalit)
Editor : Din










