KARIMUN, Potretnusantara.id- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun, Forecaster atau Prakirawan Cuaca BMKG Karimun, Muhammad Tito Praditaputra mengatakan angin yang terjadi kemungkinan besar adalah angin puting beliung, terlihat dari dampak yang ditimbulkannya, pada salah satu tempat Coastal Cafe.
“Angin tersebut disebabkan oleh awan cumulonimbus, pertemuan 2 angin kencang dengan arah yang berlawanan didalam awan cumulonimbus dapat mengakibatkan pusaran angin yang biasa disebut angin puting beliung, biasanya tidak berlangsung lama, hanya hitungan menit 5-15 menit,”ucap Tito, Minggu (20/06)
Dalam hal ini, dampaknya dapat mengakibatkan pohon tumbang dan merusak bangunan semi permanen.
“Kita menghimbau kepada masyarakat, diharapkan untuk waspada dan mencari tempat perlindungan apabila sudah melihat langit gelap dan berpetir karena itu merupakan tanda adanya awan cumulonimbus. Di Karimun pada bulan Juni-Juli biasanya awan cumulonimbus terbentuk pada siang-sore hari selain mengakibatkan angin kencang, petir yang diakibatkan awan cumulonimbus juga sangat berbahaya bagi masyarakat,”jelasnya.
Salah seorang pekerja Coastal Cafe Frengky (Kiki) mengungkapkan bahwa benar Coastal Cafe tempat dimana ia berkerja hancur di hantam dengan angin puting beliung sekitar pukul 14:30 WIB, ia sudah berada dilokasi kejadian.
“Ketika saya datang semua sudah hancur,”kata Kiki.
Tambahnya untuk kerugian mencapai ratusan juta banyak barang-barang cafe yang rusak dan hancur,
“Barang-barang banyak yang hancur, kemungkinan ratusan juta kerugiannya, dan alhamdulillah tidak ada korbannya,”
Putri










