KARIMUN, PotrerNusantara.id-Dahlan (44), salah seorang masyarakat Pamak laut, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabutapen Karimun menuturkan perjuangan masyarakat Pamak Laut saat menghadapi masa Rob atau Air pasang.
Menurut Dahlan, kejadian seperti ini menjadi agenda setiap tahunnya bagi keluarganya dan masyarakat lainnya di sekitar Pamak Laut. Mereka harus bertahan dengan kondisi air pasang hingga sampai melewati musimnya.
“Ini setiap tahun pak, tinggi hampir setengah meter,”Kata Dahlan mengawali ceritanya, Rabu (18/11)
Dikatakan, masa Rob atau air pasang saat ini diperkirakan akan berakhir Januari hingga Pebruari tahun 2021 mendatang.
Menurut pengalamannya, masa Rob atau musim Utara ini biasanya pasangnya sekitar pukul 10.00 dan surutnya sekira pukul 12 wib hingga pukul 13.00 wib. Kondisi ini nantinya diperkirakan akan berakhir bulan Pebruari 2021.
“Kejadian ini nanti setipa hari. Airnya mungkin tidak terlalu kita takutkan, yang kita kawatir jika badai dan gelombang besar,”ucapnya kawatir.
Dia berharap adanya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi yang dialami masyarakat Pamak Laut saat ini.
“Yang paling bahaya itu pas lima tahun sekali, itu sangat besar hingga dapat menghayutkan rumah,”katanya
Terpisah, Kepala BMKG Karimun Eko Sarjono mengatakan bahwa banjir rob disebabkan adanya gravitasi matahari yang berada tepat diatas wialayah Karimun sehingga berpotensi meningkatkan intensitas air laut dan gelombang juga cukup tinggi.
“Memang ini disebabkan gravitasi matahari yang tepat berada di wilayah Karimun sepanjang November ini. Air pasang akan terus berlangsung, intensitas air laut dan gelombang cukup tinggi jadi juga secara tidak langsung mengakibatkan banjir rob,”tutup eko.
risky










Discussion about this post