LINGGA,Potretnusantara.id-Kades Mamud Marjono mengatakan, adanya pemotongan terhadap Dana Bantuan Langsung Tunai terhadap 86 penerima sebesart Rp530.000 per kepala keluarga adalah merupakan hasil kesepakatan dan musayawarah seluruh penerima. Dikatakan, musawarah terkait pelaksanaan rencana pemotongan tersebut diadakan jauh sebelum waktu penerimaan BLT dilaksanakan.
“Adanya pemotongan Dana BLT DD dari yang berhak menerima sebanyak Rp, 530.000, berawal dari kesepakatan dalam rapat, bahwa masyarakat yang berjumlah 86 kepala keluarga (KK) sepakat, untuk dibagikan beras, 20 kg per kepala keluarga, (KK) Kepada 77 Kepala Keluarga yang tidak berhak menerima,”kata Kades Mamud Marjono menjelaskan, Rabu (8/7)
Marjono menambahkan, dalam perjalannya setelah dana yang dipotong dan telah dibagikan kepada 77 kepala keluarga diluar penerima berupa beras 1 karung dengan ukuran 20 kilogram terdapat masalah dari penerima BLT. Dinama ada beberapa diantaranya menginginkan agar pemotongan yang telah disepakati dikembalikan seluruhnya.

Melihat adanya persoalan tersebut, Marjono berupaya melakukan penarikan kembali kepada 77 kepala keluarga yang sebelumnya telah dibagikan dan berhasil mengumpulkan sebesar Rp21.560.000
“Dan mereka (77) kepala keluarga tidak keberatan untuk mengembalikan. Mereka mengembalikan berbentuk sebesar Rp280.000, dari 77 KK tersebut terkumpul Rp,21.560,000,”paparnya
Marjono kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memiliki niat untuk melakukan pemotongan, namun pada awalnya sebelum dana BLT DD ini keluar dilakukan rapat dengan masyarakat penerima yang berjumlah 86 kepala keluarga. Dimana hasil kesepakatan rapat masyarakat penerima bersedia dan menyetujui untuk memberikan beras 1 karung kepada masayarakat, yang tidak penerima.

“Ini menjadi pelajaran berharga buat kita. Dan Alhamdulillah, dana tersebut telah kami serahkan kepada daftar penerima yang ada di Desa Mamut. Intinya seluruh pemotongan sudah kita kembalikan kepada penerima 86 kepala keluarga,”kata Marjono.
Dari data yang dihimpun, penerima BLT yang diusulakan sebanyak 163 KK, namun setelah dilakukan ferifikasi hanya 86 kepala keluarga yang dianggap tepat menerima BLT DD sehingga ada 77 KK dianggap telah mampu. Namun dengan adanya persoalan yang timbul, seluruh pemotongan akhirnya dikembalikan seluruhnya.
jamariken tambunan











Discussion about this post