Lingga, Potretnusantara.id – Ratusan orang yang tergabung dalam kelompok pekerja Tambang Timah Rakyat di Pulau Singkep, melakukan aksi Damai di Gedung Kampus Politeknik Lingga yang berada di area implasmen Timah Kota Dabo Singkep. Senin (13/2/2023) sekitar pukul 10.00 Wib.
Mereka mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga dan Provinsi Kepulauan Riau untuk memberikan kepastian hukum bagi mereka dalam melakukan pekerjaan tambang timah rakyat yang selama ini mereka tekuni. Gerakan aksi damai ini berawal dari peristiwa tertangkapnya 5 orang pekerja tambang timah rakyat oleh Tim Polda Kepri pada senin (6/2/2023) yang lalu, dan saat ini ke 5 orang tersebut diamankan di Polda kepri.
Rombongan Aksi tersebut mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Kabupaten Lingga. Untuk diketahui, bertindak selaku Koordinator aksi yaitu saudara Zuhardi (Juai), Harmadi Halim, Marbiska, Deni Gunawan dan Ramlan Djamri selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga.
Zuhardi (Juai) dengan tegas mendesak kepada Bupati Lingga dan Gubernur Kepulauan Riau untuk cepat membuat kebijakan. Ia mengatakan bahwa masyarakat sudah diambang kemiskinan yang sangat parah, dengan tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang menjamin saat ini sama saja pemimpin negeri ini mulai membunuh masyarakat secara perlahan.
“Air mata masyarakat sudah kering, bibir mereka tidak mampu lagi berkata-kata, mereka hanya bisa menunggu dengan satu pertanyaan, sampai kapan pemimpin negeri ini memberikan mereka pekerjaan, sampai kapan penderitaan rakyat ini berakhir, dan kapan kami bisa tersenyum dalam menafkahi keluarga kami,” kias Juai
Ketua Plt. MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga Bung Ramlan mengatakan, “Hari ini kami mengumandangkan jeritan hati kami, kepada Bapak Bupati dan Bapak Gubernur yang terhormat. Bapak selaku pemimpin yang kami menaruhkan harapan dipundak Bapak-Bapak, bantulah kami perjuangkan lah nasib kami, anak-anak kami menangis menunggu sesuap nasi dan seteguk air. Sementara kami ayahnya tidak memiliki pekerjaan sama sekali,” kata Bung Ramlan.
Keinginan baik secara lisan maupun secara tertulis sudah disampaikan kepada pihak-pihak yang berkompeten namun peserta aksi ada terselip kekecewaan yang mendalam, sampai kegiatan aksi berakhir Bupati yang ditunggu tidak kunjung hadir yang hadir hanya utusannya yaitu Zainal Abidin selaku Asisten II Kantor Bupati Lingga.
“Saat ini bapak Bupati tidak dapat hadir, karena sedang ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan,” tuturnya.
Selain menuntut Legalitas tambang rakyat yang sangat diimpikan masyarakat, dalam aksi itu juga Aliansi ini meminta Kepada Bupati Lingga dan Gubernur Kepri supaya para penambang Timah yang diamankan Polda Kepri Segera dibebaskan.
Disela-sela aksi ada kejadian yang sangat menyentuh perasaan peserta aksi yaitu tanpa disadari sambil menyalami ibu-ibu istri para penambang timah rakyat yang terjaring operasi Tim Polda Kepri beberapa hari yang lalu. Terlihat disudut mata Kapolres Lingga AKBP Fadli Agus, SIK.,MH, mengalir air bening tanda bentuk kesedihan yang begitu mendalam.
“Yang sabar ya bu, demi hukum kami harus bekerja profesional, doakan bapak anak-anak sehat disana ibu yang sabar ya kita berdoa saja. Insya Allah, Allah tetap memberi perlindungan kepada kita semua”. kata Kapolres Lingga, Fadli Agus sambil menyeka air matanya kepada para ibu-ibu. (Resky/tbn).
Editor : RD









