BATAM, Potretnusantara.id – Haripinto Tanuwidjaja, Anggota MPR RI menggelar sosialisasi tentang kehidupan berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) bersama Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) wilayah Kota Batam di Ball Room Hotel Golden Vew Batam. Sabtu (16/4).
Haripinto mengatakan, pentingnya pelaksanaan sosialisasi ini agar masyarakat mengetahui dan memahami arti Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR.
Kemudian, menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Di hadapan 150 orang peserta, Haripinto memaparkan bahwa Pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka, karena telah memenuhi syarat-syarat sebagai ideologi terbuka.
“Nilai dasar, yaitu nilai dasar yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 yang tidak berubah. Nilai instrumen, yaitu nilai-nilai dari nilai dasar yang dijabarkan lebih kreatif dandinamis ke dalam bentuk UUD 1945, ketetapan MPR, dan peraturan perundang-undangan lainnya,”katanya memaparkan.
Kemudian tambahnya, nilai praktis, yaitu nilai-nilai yang dilaksanakan di kehidupan sehari-hari, baik dimasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Nilai praktis bersifat abstrak, misalnya menghormati, kerja sama,dan kerukunan.
“Hal ini dapat dioperasionalkan ke bentuk sikap, perbuatan, dan tingkah laku sehari-hari,”pesannya.
Menanggapai salah satu pertanyaan peserta, Effendi yang mempertayakan apa yang menjadi substansi sosialisasi empat pilar tersebut?
Hari menjelaskan, bahwa Pancasila tidak pernah menangkap orang, tidak pula anti kebebasan.
“Lihat saja butir-butir Panca-Sila dari 1 s/d 5 adakah tertulis PancaSila anti kebebasan?,”katanya.
Dikatakan, Indonesia adalah suatu negara yag di huni dan di bangun oleh anak negeri yang memeluk berbagai agama. Jika anda memasukkan ideologi agama kepada negara, apakah anda akan memaksa agama lain ikut ideologi agama anda?
“Disitulah letak pemaksaan ideologi agama kepada orang lain, oleh sebab itulah ideologi agama tidak diterima oleh negara,”jelasnya
Setiap agama mempunyai doktrin agama yang tidak bisa dibantah atau dirubah, maka itu tidak ada satupun ideologi agama yang bisa diterima agama lainya, karena itu tidak bisa dijadikan ideologi negara.
Dari data yang dihimpun, pelaksanaan sosialisasi ini mendapat apreseasi dari masyarakat, mengingat pentingnya pemahaman tersebut demi terciptanya Indonesia maju, yang berbhinneka tunggal ika.
redaksi










