PALAS, Potretnusantara.id – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Pemkab Palas) bekerjasama dengan BMKG stasiun Aek Godang kelas IV sosialisasi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MKG) tentang cuaca ekstrim, karhutla dan gempa bumi, di Aula Kantor Bupati, Selasa (29/03)
Plt. Bupati Palas melalui Asistes I/Bidang Pemerintahan Panguhum Nasution, S.Sos M.AP dalam amanatnya mengatakan, sosialisasi bertujuan agar OPD terkait kebencanaan, Para Camat dapat memahami dan tanggap terhadap bencana alam dan mensosialisasikannya ke masyarakat luas.
Merujuk pada bencana alam banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Batang Lubu Sutam pada awal Januari tahun ini tentu Informasi dan pengalaman membuat itu membuat masyarakat kita semakin pintar dan waspada dalam mengenal tanda tanda akan datangnya bencana alam.
“Masyarakat Batang lubu Sutam yang tinggal di daerah aliran sungai sudah dapat memahami ciri ciri air akan meluap, misalnya, air surut ketika hujan kemudian tiba tiba air meluap dengan cepat, air sungai berubah keruh bercampur lumpur, suara gemuruh atau hujan deras dengan durasi cukup lama sehingga sungai tidak dapat membendung air sehingga akan meluap,” tutur H Panguhum
Asisten I ini berharap kedepan dengan sosialisasi ini kewaspadaan dan kesiagaan masyarakat menghadapi bencana semakin meningkat sehingga korban jiwa dapat dihindari.
“Pemerintah patut bersyukur tidak terdapat korban jiwa saat terjadinya bencana banjir waktu itu. Dengan memanfaatkan kecepatan informasi saat ini, semoga stakeholder khususnya pemangku kebencanaan siaga dan tanggap untuk mengambil langkah mitigasi,” kata Panguhum.
Ditempat yang sama, Kepala BMKG Stasiun meterologi Aek Godang kelas IV menjelaskan dengan sosialisasi ini stakeholder memahami dan melakukan antisipasi apabila terjadi cuaca ekstrim dan gempa bumi. Sehingga diseminasi informasi dari BMKG ke masyarakat dapat bermanfaat.
Kepala BMKG juga menyampaikan Pengenalan Aplikasi Info BMKG dan Warning Receiver System (WRS) dirancang untuk menerima informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami secara langsung dari BMKG.
Kepala BMKG stasiun Aek Godang menjelaskan Aplikasi ini juga menampilkan info gempa bumi yang baru terjadi, kekuatan gempa (skala magnitudo), kedalaman gempa, koordinat gempa, potensi tsunami atau tidak dan jarak gempa dengan kota terdekat.
“Sesar/patahan aktif Barumun pemicu gempa bumi yang memanjang sampai Kabupaten Pasaman sepanjang 150 km melewati Paluta dan Palas perlu diwaspadai tetapi tidak perlu panik,”jelas Kepala BMKG Stasiun Aek Godang.
“Sejak tanggal 21 Maret posisi matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa/equator (equanox). Daerah yang berada atau dekat garis khatulistiwa suhu udara akan lebih panas dari biasanya. Equanox juga penanda akan dimulainya musim kemarau,”tambahnya.
Kepala BMKG Aek Godang juga menjelaskan rinci tentang posisi Kantor Bupati berada pada posisi 1°.3’20 LU, 99°.46 BT dan berada pada ketinggian 204 dpl. Posisi ini cukup dekat dengan garis khatulistiwa. Secara umum posisi Kabupaten Palas tidak berbeda jauh dengan kantor bupati.
“Suhu udara yang semakin meningkat di kabupaten Palas akibat equanox, karena kita berada dekat dengan garis khatulistiwa (Bonjol),” ujarnya
Untuk itu, kata Kepala BMKG, mari kita memahami cuaca dan lingkungan tempat kita tinggal sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana yang dapat datang tiba tiba.
DI Akhir sosialisasi itu Pemkab Palas memberikan cenderamata ungkapan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi kepada Kepala BMKG stasiun Aek Godang kelas IV.
Robert Nainggolan










