Lhokseumawe, Potretnusantara.id – Bangunan Pasar Rakyat Terpadu yang terletak di Gampong Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe kondisinya dalam keadaan rusak berat sebelum ditempati. Ironisnya, bangunan tersebut rusak berat padahal baru 2 tahun lalu rampung dikerjakan.
Pantauan di lapangan, selasa, (5/1) bangunan yang baru rampung tahun 2018 ini mengalami retak dibeberapa sisi yakni dinding dan pondasi. Kerusakan tersebut terbilang cukup parah karena retakan sudah menjalar ke beberapa kios.
Dugaan sementara retakan terjadi karena kondisi tanah yang labil hingga mengalami penurunan tanah secara drastis. Kondisi bangunan ini sangat berbahaya apabila ditempati.
Salah seorang pedagang ikan warga Desa Panggoi, Muara Dua, Murdani mengeluhkan kondisi ini.
Dia menyebut kondisi bangunan berisiko ditempati oleh pedagang.
“Kalau untuk plafon yang lepas mungkin bisa saja ulah orang yang tak bertanggung jawab. Tapi kalau retakan dinding dan kios gimana?”ucapnya pada pewarta.
Dia menyebut apabila pihak dinas terkait tetap memaksa untuk merelokasi ke pasar tersebut sama saja dengan bunuh diri.
“Misalnya jadi pindah kami kesitu itu kan macam bunuh diri. Orang bangunan cuma tunggu ambruk” ungkapnya dengan nada nyeleneh.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Ramli S,sos mengatakan bahwa pasar tersebut bukan lagi tanggung jawab pihaknya, karena sudah diserahkan ke PT. Pembangunan Lhokseumawe (PTPL).
“Baik, coba dikonfirmasi dahulu ya, saya enggak enak kalau mendahului, kan aset tersebut sudah di serahkan ke PTPL dek, tks”,jawabnya via WhatsApp.
Namun direktur Utama PTPL, Abdul Gani atau yang akrab disapa Keuchik Gani saat dikonfirmasi via telpon maupun WhatsApp belum memberikan sama sekali. Pesan whatsapp yang dikirim hanya dibaca terlihat dari tanda centang biru yang terlihat di chat WhatsApp.
ahmad













