KARIMUN, Potretnusantara.id- Dalam upaya pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dimasa pandemi Covid-19, Bc Kepulauan Riau (Kepri) melakukan Pelepasan ekspor gabungan khusus non FTZ yang dilaksanakan di PT Pulau Mas, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun.
Dalam hal ini, Kepala Kantor Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) khusus Kepulauan Riau, Ahmad Rofiq yang memimpin kegiatan pelepasan ekspor akhir tahun 2021 mengatakan pengekspor ditahun ini senilai Rp1,4 Triliun.
“Ditahun ini terjadi peningkatan 30%, yang mana pada tahun ini senilai Rp 1,4 Triliun,”ujar Rofiq
Sementara itu, hasil ekspor seperti ikan, kulit kayu, dan kelapa, akan diekspor ke 3 negara yaitu China, Vietnam, dan Filipina.
Bukan hanya itu saja, kerupuk khas Moro sudah dipasarkan ke pasar internasional seperti Malaysia dan Singapura.
“Tujuan ekspor ini ke 3 negara tersebut, semoga tahun depan kita jauh melambung tinggi dan kembali meningkatkan perekonomian daerah,”pungkasnya
Dengan begitu, ekspor tersebut dihadiri Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, dengan ini ia menyampaikan, bahwa pelepasan ekspor yang dipelopori oleh BC Kepri ini tentunya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di Karimun.
“Insyaallah dengan adanya ekspor ini, bisa meningkatkan pendapatan daerah kita, dan disini pemerintah sangat berterima kasih kepada BC kepri yang bisa mendorong masyarakat,”ujarnya.
Putri










