KARIMUN, Potretnusantara.id- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi mengatakan angka kematian yang diakibatkan dari virus covid-19, di Kabupaten Karimun masih dibawah angka nasional, untuk saat ini angka kematian akibat virus covid-19 sebanyak 131 orang, dengan persentase 2,5 persen.
“Secara Nasional angka kematian terkonfirmasi Covid-19 di Karimun masih rendah 2,5 persen dengan angka komulatif 131 orang, dan tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Karimun,” ucap Rachmadi, Selasa (31/08).
Ia menambahkan, untuk di Seluruh Kabupaten Karimun angka kematian Covid-19 tertinggi di Kecamatan Karimun sebanyak 45 orang. Kemudian di ikuti Kecamatan Meral, Kundur, Tebing, Meral Barat, Kundur Barat, Kundur Utara, Buru dan Moro.
“Untuk saat ini dari 12 Kecamatan, angka kematian akibat virus covid-19 tertinggi di Kecamatan Karimun sebanyak 42 orang,”tambahnya.
Dengan adanya kematian akibat virus covid-19, untuk itu pembiayaan yang di keluarkan oleh keluarga pasien tidak ada melainkan di tanggung oleh pemerintah pusat.
“Semua biaya untuk pasien Covid-19 hingga pemakaman di tanggung oleh Negara, masyarakat tidak mengeluarkan sedikitpun. Namun tidak untuk kami misalnya untuk pemakaman adanya tukang penggali kubur yang harus di bayarkan insentifnya,”ujarnya.
Ia menegaskan, untuk pemandian jenazah maupun penggali kubur itu tidak di kenakan atau tidak di tanggung ke pihak keluarga pasien yang meninggal.
“Mulai dari pemandian jenazah hingga ke pemakaman itu di tanggung negara, Jadi apabila ada biaya setelah itu ya wajib di pertanyakan,” terangnya.
Pihak keluarga yang meninggal karna Covid-19 di Kabupaten Karimun, juga belum ada pelaporan mengenai komplain akan pembiayaan pemakaman tersebut.
Di ketahui, terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum di rawat di RSUD maupun karantina terpadu di berikan surat pernyataan mengenai tidak ada pembiayaan di akhir.
Putri










