LABURA, Potretnusantara.id-Syamsul Bahri Harahap, Lembaga Pemerhati Pendidikan dan Kesehatan Indonesia (LP2KI) Wilayah Sumatera Utara menyoroti keluhan para orang tua pelajar SMKN 2 Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut tentang banyaknya pungutan di sekolah tersebut.
Syamsul menjelaskan, adapun keluhan yang mereka terima adalah sepeti pungutan uang pendaftaran siswa baru dan uang materai. Kemudian biaya foto copy, map yang rata-rata dikenakan sebesar 30 ribu rupiah.
Kemudian adanya pembelian baju olah raga sebesar 170 ribu rupiah, uang asuransi 90 ribu rupian selama tiga tahun, atribut 70ribu rupiah serta uang komite sekolah dua bulan 100ribu rupiah.
“Kita mendapat aduan ini dari para orang tua,”kata Syamsul Harahap beberapa waktu lalu.
Disamping itu, Syamsul Harahap juga mendapat keluhan bahwa tidak hanya pelajar yang dikenai beberapa kutipan namun juga terjadi kepada kepada para Guru Honor. Modusnya, ketika KUPT Tanjung Balai meminta data guru atau pemberkasan guru honor maka dengan alasan uang transportasi guru honor tersebut akan membayar sebesar 30ribu rupiah.
“Mereka (honor-red) terpaksa harus menuruti dan membayaranya, katanya takut jika tidak dipenuhi,”tambahnya.
Syamsul mengatakan memiliki data terhadap pengajuan anggaran mulai dari tahun 2018, 2019, 2020 dan tahun 2021.
“Sekolah ini mengalokasikan dari dana bos yang di online ke Kemendikbut komponen (1) penerimaan siswa baru pada tahun 2018 sebesar rp23.869.500, tahun 2019 sebesar rp23.350.800, tahun 2020 sebesar rp23.152.000 dan tahun 2021 sebesar rp17.000.000,”bebernya.
Dia merasa ragu, apakah uang operasional sekolah tidak ada lagi dari pemerintah?. Padahal dana ada Biaya operasional sekolah (BOS).
“Apakah tak ada dananya sehingga guru-guru dibebankan biaya setiap bulannya untuk keperluan data guru kekantor Kacabdis dengan modus operandi padahal kita ketahui KTU dan operator sudah digaji oleh negara,”akunya heran.
Dia juga menilai, Kepala Sekolah SMKN 2 Kualuh Selatan AHS dalam melaksanakan tugasnya tidak optimal. Hal tersebut terlihat dari keluhan para guru jika ingin mendapatkan pengesahan atau tanda tangan dari kepala sekolah sangatlah sulit.
“Kita juga mendengar bahwa Kepala Sekolah ini kurang profesional, masuk juga sangat jarang,”katanya.
Syamsul minta Gubernur Sumatera Utara untuk meninjau ulang keberadaan Kacabdis pengawas sekolah dan Kasek SMK Negeri 2 Kualuh Selatan sehingga tidak mengorbankan pendidikan anak bangsa khususnya yang ada di SMK Negeri 2 Kualuh Selatan.
“Mohon ini jadi perhatian serius, ini demi masa depan anak-anak kita,”pintanya.
Menurutnya persoalan yang terjadi di SMK Negeri 2 Kualuh Selatan adalah hal yang sangat serius untuk ditindak lanjuti. Dia kembali memberikan data terkait minimnya perkembangan dua tahun belakangan ini di sekolah tersebut.
Bahkan juga diketahui, pada saat pengadaan mobil latihan praktek berupa sebuah mobil avanza, Kasek membeli mobil yang bodong.
“Dan akhirnya mobil tersebut dinyatakan hilang ketika family Kasek sedang memakai mobil tersebut untuk keperluan pribadinya. Dan hingga sekarang belum terungkat, apa ini tidak persoalan serius. Untuk itu kami meminta GUBSU segera bertindak,”pintanya.
Sementara itu, ketika persoalan yang disampaikan Lembaga Pemerhati Pendidikan dan Kesehatan Indonesia (LP2KI) Wilayah Sumatera Utara ingin dilakukan konfirmasi ke pihak Kasek, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasikan.
ss










