NATUNA, ADVERTORIAL – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna melalui Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disprindag) Kabupaten Natuna terus berupaya meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat.
Untuk itu Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna meminta agar masyarakat dan pedagang dapat membedakan bahan-bahan makanan yang berbahaya, sepert bentuk, rasa, warna dan bau.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda Saat di temui dalam ruangan kerjanya, jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kantor Bupati Natuna, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, (22/06/2021).
Untuk itu, tambah Wakil Bupati Natuna juga meminta masyarakat tidak memakai bahan-bahan pengawet yang mengakibatkan dampak buruk terhadap masyarakat. Apa lagi bahan yang dipakai untuk kita konsumsi bisa berakibat bagi kesehatan tubuh kita nantinya, harap nya.

“karena dapat merusak kesehatan masyarakat di Kabupaten Natuna ini, dengan baik di sengaja ataupun tidak di sengaja,” pintanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Natuna, Agus Supardi menerangkan bahwa, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2021 telah mengadakan kegiatan di Kabupaten Natuna. Sa’at ditelusuri lebih lanjut di kantornya(22/6)
Menurut Agus Untuk meningkatkan kualitas kesehatan produk makanan dan minuman, “Tujuan sasaran akhirnya adalah seperti air isi ulang, jajanan anak sekolah, dan jenis makan lainnya,” ungkap Agus.
Lanjutnya, dengan harapan masyarakat atau pedagang dapat membedakan bahan-bahan makanan yang berbahaya, dari bentuk, rasa, bau, jelas agus.
Lebih lanjut, “Agar mereka tidak memakainya bahkan tidak menjualnya, baik sengaja maupun tidak sengaja karena dapat merusak kesehatan bagi tubuh manusia yang menkosumsinya”, pinta dia.

Agus Supardi juga menjelaskan, mereka sudah melakukan koordinasi dengan pengelola pasar yaitu Perusahaan Daerah (Perusda) untuk mengumpulkan pedagang yang ada, supaya di berikan penyuluhan dan sosialisasi terhadap jenis, warna, dan bau, untuk jenis bahan makanan yang mengandung Formalin dan lain – lainya.
Agus menambahkan lagi, dalam hal ini tetap ada kendala adalah sulit untuk mengumpulkan pedagang pasar, karena mereka tidak mau meninggalkan pekerjaan mereka yang berjualan. Tetapi kami tetap berharap kepada pedagang agar bisa memahami maksud dan tujuan yang pemerintah Daerah lakukan, tidak lain tidak bukan untuk menjaga makanan dan minuman yang akan dipakai tidak menjadi masalah kesehatan, jelas Agus.
“Dengan adanya kesulitan tersebut, nantinya kita akan melakukan sosialisasi dengan cara dibagi-bagi,” tukasnya.
Lebih lanjut, Agus berharap kedepannya pedagang yang ada di Natuna bisa memahami bahan yang akan di gunakan untuk membuat makan, seperti Warna, dan baunya.
kalit










