ACEH, Potretnusantara.id-Herman Ketua BAI (Badan Advokasi Indonesia) Aceh Singkil menyoroti kegiatan yang terjadi dilapangan Meriam Sipoli yang mengundang kerumanan masyarakat banyak. Diketahui saat ini, perkembangan penyebaran Covid 19 masih ancaman bagi setiap negara sehingga ada aturan atau himbauan untuk menghindari kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak.
Herman mengatakan semestinya semua pihak mengerti tentang kondisi bangsa saat ini dalam melakukan perang terhadap covid 19 khususnya di daerah Aceh, dimana dalam pemberitaan beberapa waktu lalu diberitakan bahwa di Aceh Singkil bertambah lagi 4 pasien positif covid 19.
“Baru-baru ini kita mendengar bahwa di Aceh Singkil pasien positif covid 19 bertambah empat orang,”katanya. Senin (26/4).
Herman mengharapkan adanya tindakan Kepolisian untuk melakukan penertiban kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak, karena dikawatirkan penyebaran virus tersebut akan semakin meningkat.
“Seharusnya pihak pemerintah atau Bupati khususnya sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Aceh Singkil bijak menyikapi ini dengan menunda seluruh kegiatan yang mengundang kerumunan demi menjaga keselematan dan memutus rantai penyebaran virus corona tersebut,”sarannya.
Dikatakan, ketika dicoba melakukan koordinasi dengan pihak Polres Aceh Singkil, apakah kegiatan dilapangan Meriam Sipoli telah mendapat izin keramaian? Pihaknya mengatakan hingga saat ini belum ada mengeluarkan izin keramaian terkait kegiatan tersbut khususnya fair Ramadhan.
“Kita konfirmasi dengan Bupati, katanya kalau acara MTR Pramuka izinnya ada. Namun untuk fair ramadhan dengan tegas disampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak pernah mengeluarkan rekomendasi, jadi kegiatan itu diluar tanggung jawab Bupati,”katanya setelah mempertanyakan kegiatan tersebut kepada Bupati.
Dia mengaku heran kalau izin keramaian dan rekomendasi dari tim gugus belum ada, tetapi kegiatan tersebut dapat dilakukan. Dalm konteks ini, dia berharap para pemangku kepentingan yang berwenang seharusnya mengambil tindakan apalagi kegiatan tersebut diselenggarakan pada pasilitas publik.
“Kita sangat apresiasi kegiatan apapun itu baik fair ramadhan dll. Tetapi saat ini Aceh Singkil jumlah warga yang terinfeksi semakin bertambah, kita harus pahami negara kita negara hukum. Silahkan buat kegiatan namun ikuti aturan, apa lagi ini bulan ramadhan,”paparnya.
Dia mengatakan, bahwa dalam penyelenggaraan acara tersebut banyak ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker, sehingga BAI kawatir peyebaran covid nantinya akan semakin meluas.
“Kita cukup banyaknya buktinya, bahwa kegiatan tersebut sudah mengumpulkan orang banyak dan banyak yang tidak menggunakan masker. Makanya kalau kegiatan ini masih berlangsung akan kita surati nanti ke Kapolda,”tegasnya.
Mardin










