Karimun, Potretnusantara.id – Yova Apriazir menegaskan kesiapannya mundur sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) jika sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai salah satu kontestasi Bakal Calon (Bacalon) kepala daerah.
Pernyataan itu disampaikan Yova Apriazir usai namanya mencuat di bursa bakal calon kepala daerah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karimun periode 2024 – 2029.
Diketahui Yova Apriazir saat ini masih berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan Jabatan Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda di Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau.
Menurut pria yang akrab disapa bang Yova ini, aturan pengunduran diri tersebut sesuai dengan Peraturan KPU RI Nomor 1 tahun 2019 yang berisi menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota TNI, Polri, PNS/ASN, kepala desa atau perangkat desa sejak ditetapkan sebagai calon.
Kemudian, merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang mengatur terkait ketentuan ASN yang maju ke Pilkada, di mana disebutkan dalam Pasal 56 bahwa: Pejabat pimpinan tinggi madya dan pejabat pimpinan tinggi pratama yang akan mencalonkan diri menjadi gubernur dan wakil gubernur, bupati/walikota, dan wakil bupati/wakil walikota wajib menyatakan pengunduran diri secara tertulis dari PNS sejak ditetapkan sebagai calon.
“Saat ini saya masih tetap sebagai ASN karena belum diusung oleh parpol untuk maju sebagai bakal calon kepala daerah. Saya akan mundur dari ASN ketika ditetapkan sebagai calon kepala daerah oleh KPU setempat,” ungkap Yova pada awak media ini. Kamis (18/4/2024).
“Panggilan hati nurani untuk membangun Kabupaten Karimun lebih maju, berkembang dan berbudaya menjadi alasan utama saya rela melepaskan status ASN,” sambung Bang Yova.
Ketika ditanya soal peluang, dirinya menyadari lawan yang akan dihadapi dalam Pilkada serentak tahun 2024 adalah tokoh-tokoh politik yang memiliki pengalaman. Tidak hanya itu, dirinya juga paham benar perlu perjuangan keras untuk bisa bersaing dengan calon lain.
“Saya yakin rakyat sudah semakin pintar dan memahami demokrasi. Rakyat akan memilih calon yang terbaik. Sebagai hamba Allah kita harus yakin dengan kuasa darinya, kalau allah menginginkan Yova Apriazir harus menang, menang lah dia,” ujarnya.
Untuk mendukung langkahnya maju di Pilkada Karimun, Yova saat ini rajin melakukan kunjungan-kunjungan dan bertemu dengan masyarakat, dirinya mengajak warga merayakan pesta demokrasi dengan tetap berada di koridor aman dan damai.
“Pilkada adalah demokrasi sesaat, karena itu, masyarakat jangan terpecah belah saling hujat – menghujat antar sesama. Silaturahmi dan kebersamaan antara suku dan agama harus tetap terjaga meski berbeda pilihan”. pungkasnya. (Ery).
Editor : Din










