LAMONGAN, Potretnusantara.id-Kodim 0812/Lamongan, Polres, BPBD dan Pemerintahan Kabupaten Lamongan menguji kesiapan petugas gabungan dalam rangka menghadapi situasi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat cuaca yang tidak menentu saat ini.
Dalam simulasi ini, petugas gabungan dengan dibantu masyarakat berhasil menyelamatkan satu warga yang hampir terseret derasnya arus banjir di sekitar sungai Bengawan Solo Desa Kendal, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
“Kita harus selalu siap demi keselamatan masyarakat,”kata Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono disela acara. Kamis (26/11)
Dikatakan, banjir tersebut diakibatkan adanya curah hujan tinggi yang terjadi di Lamongan selama beberapa hari saat ini. Sehingga seluruh pihak pemangku kepentingan mulai dari Pemda setempat, TNI Polri, BMKG dan masyarakat harus saling bekerjasama.
Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono menjelaskan dalam data dan pantauanya, ada 9 Kecamatan yang dinilai rentan terjadi banjir jika curah hujan meningkat.
“Total keseluruhan ada 75 Desa di sembilan Kecamatan itu,” ujarnya.
Selain bencana banjir, Letkol Sidik menegaskan jika terdapat beberapa bencana lain yang harus bisa diantisipasi secepat mungkin, salah satunya tanah longsor.
“Langkah-langkah antisipasi sudah kita lakukan. Kita juga intens koordinas dengan pihak BMKG,” bebernya.
Pantauan dilapangan simulasi penanggulangan bencana yang digelar oleh pihak Pemda setempat dengan melibatkan unsur TNI, Polri serta stakeholder dan masyarakat berjalan dengan baik. Pada simulasi ini masyarakat yang terseret arus berhasil diselamatkan petugas gabungan dengan selamat.
ernis/rilis











Discussion about this post