PALAS, Potretnusantara.id-Tumpukan kayu sebesar Hotel “Madani” (red) diduga akibat hasil pemalakan liar di wilayah Desa Sianggunan disinyalir penyebab banjir bandang yang meluluhlantakan ratusan hektar persawahan serta pemukiman warga di beberapa Kecamatan di Kabupaten Padang Lawas (Palas) Provinsi Sumatera Utara (Prov. Sumut) belum diketahui siapa pemiliknya. Senin (12/7)
Hal ini diketahui melalui Sekertaris Kecamatan (Sekcam) Sosopan saat ditemui Potretnusantara.id yang mana atas permintaan masyarakat mereka sempat turun meninjau titik lokasi di Desa Sianggunan yang di kabarkan adanya aktifitas warga setempat yang sedang mengelola lahan HPL untuk perkebunan.
“Kami dan staf Kecamatan Sosopan sudah turun dan survey ke lokasi HPL di Desa Sianggunan,tetapi kami melihat lahan itu sama sekali belum disentuh,”terang Sekcam Gempur Hasibuan.
Tambahnya, “Namun pada lokasi tersebut pada badan sungai Aek Ulu Aer banyak ditemukan kayu yang tumbang akibat hujan deras yang menyebabkan erosi dan menimbulkan longsor, kalau tidak salah ada tiga titik longsor di sepanjang sungai itu,” paparnya.
Sedangkan beberapa kayu gelondongan olahan, katanya menambahkan, malah banyak ditemukan di aliran Sungai Aek Siduadua yang berlokasi di desa yang sama.
“Sehingga kami berinisiatif menelusuri ke atas sungai ternyata kami temukan tumpukan kayu olahan hampir sebesar Hotel Madani banyaknya Pak, saat kami tanyakan ke masyarakat dan Kades mereka tidak mengetahui kayu itu milik siapa,” kata Sekcam menuturkan didampingi stafnya Lokot Hasibuan dan mengakui hasil survey lengkap dengan vidio dan sudah diserahkan ke H Lokot anggota DPRD Palas dari fraksi Golkar.
Hal tersebut diakui Kades Sianggunan Raja Sahnan Nasution saat ditemui di kediamanya, kepada PotretNusantara.id mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tahu menahu aktifitas pembalakan liar tersebut, namun ia mengakui bahwa tumpukan kayu sebesar Hotel Madani itu memang ada, namun siapa dan dari mana pengelola Kades Sianggunan tidak mengetahui.
“Demi Allah saya tidak tahu menahu siapa dan dari mana pengelola kayu itu, namun masyarakat di Palas sudah sempat berasumsi bahwa sayalah dalangnya, sehingga menyebabkan banjir bandang di beberapa Kecamatan di Palas ini,” ujar Kades Raja Sahnan Nasution
“Lahan HPL itu memang direncanakan untuk perkebunan masyarakat melalui kelompok tani, namun itu sama sekali belum di kerjakan, masih sebatas membuka jalan, bahkan karna lahan HPL yang hendak dikelola itu saya sempat dipanggil pihak Polres Palas dan selanjutnya kami bersama pihak BKSDA dan KPH7 sudah turun je lokasi HPL, tidak ada aktifitas penebangan kayu di lokasi HPL selain sebatas membuka jalan ke lokasi itu,” jelas Kades Sianggunan Raja Sahnan Nasution menjelaskan.
H. Lokot anggota DPRD Palas belum berhasil ditemui guna memastikan Vidio rekaman tumpukan kayu yang diperkirakan sebesar Hotel Madani di Medan seperti yang di ungkapkan Sekcam Sosopan.
Sementara Kasat Reskrim AKP Aman Putra belum berhasil saat ditemui diruang kerjanya di Mapolres Palas, menurut personil yang ditemui di kantor tersebut Kasat sedang mengikuti Vidcon, sedangkan saat di Japri melalui aplikasi Whattsap nya juga belum menjawab.
Sebelumnya mahasiswa di Kabupaten Palas juga sempat melakukan orasi tunggal didepan Gedung DPRD Palas meminta pihak wakil rakyat itu untuk tidak pura-pura buta dan tuli terhadap dugaan ilegal logging yang terjadi di Kecamatan Sosopan
Masyarakat dibingungkan terhadap kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) utamanya TNI-POLRI di wilayah Kabupaten Palas yang hingga saat ini belum mengungkap ada apa di balik kegiatan pemalakan liar dan tumpukan kayu sebesar Hotel Madani di wilayah Kecamatan Sosopan yang diduga menyebabkan banjir bandang merendam ratusan rumah dan persawahan warga di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Sosopan, Barumun Baru dan Sosa Julu pada 27 Maret 2021 lalu.
Robert Nainggolan










